Ikan Ternyata Bersuara, Ini Bunyinya
·waktu baca 2 menit

Ikan sudah sejak lama diketahui mengeluarkan suara. Tetapi selama ini suara ikan selalu dianggap langka karena mereka diasumsikan mengandalkan alat komunikasi lain, seperti sinyal, bahasa tubuh, hingga listrik.
Baru-baru ini, sekelompok peneliti dari Cornell University, berhasil menemukan bahwa ikan juga memiliki ‘nyanyian’ sendiri seperti halnya burung.
Mereka (ikan) mungkin telah diabaikan karena ikan tidak mudah didengar atau dilihat, dan ilmu komunikasi akustik bawah air mengutamakan paus dan lumba-lumba. Tapi ikan juga punya suara.
- Andrew Bass, Ahli Saraf Evolusi Cornell University -
Tim ilmuwan menelusuri catatan deskripsi anatomi, catatan vokal, dan rekaman suara hewan laut. Hasilnya, para ilmuwan mengidentifikasi beberapa fitur fisiologis yang memungkinkan kelompok ikan pari bersirip (Actinopterygii) membuat suara tanpa pita suara. Kelompok ini berisi lebih dari 34.000 spesies yang hidup saat ini.
“Mereka bisa menggemeretakkan giginya atau membuat suara gerakan di dalam air, dan kami memang melihat sejumlah spesialisasi yang terlibat," kata Aaron Rice, ahli ekologi dari Cornell University, kepada Syfy Wire.
"Mungkin adaptasi yang paling umum adalah otot yang berhubungan dengan kantung renang. Faktanya, otot kantung renang ikan kodok adalah otot rangka vertebrata yang paling cepat berkontraksi. Ini adalah adaptasi yang berkinerja tinggi."
Ada juga suara ikan midshipman (Porichthys notatus) yang berhasil terekam. Uniknya, ikan yang aktif pada malam hari itu mengeluarkan bunyi yang mirip dengan foghorn, semacam perangkat trompet yang mengeluarkan suara keras dan dalam sebagai peringatan bagi kapal yang berlayar di lautan berkabut.
Dari 175 famili yang diteliti, dua pertiga ikan diketahui cenderung berkomunikasi dengan suara. Hasil analisis menunjukkan komunikasi vokal ini mungkin telah berevolusi secara independen setidaknya 33 kali pada ikan.
Beberapa kelompok ikan juga diketahui lebih ‘cerewet’ daripada yang lain, dengan ikan kodok dan lele di antara kelompok tersebut.
"Hasil (riset) kami sangat mendukung hipotesis bahwa perilaku sonifera (memproduksi atau menghantarkan suara pada hewan laut) adalah kuno," tulis tim ilmuwan dalam jurnalnya di Ichthyology and Herpetology. "Bersama-sama, temuan ini menyoroti tekanan seleksi kuat yang mendukung evolusi karakter ini di seluruh garis keturunan vertebrata."
Ikan, menurut Rice dan sejawatnya, mungkin bersuara tentang makanan, peringatan bahaya, kejadian sosial (termasuk argumen teritorial), hingga seks untuk berkembang biak. Beberapa ilmuwan disebutnya pernah mencoba menggunakan nyanyian ikan sebagai panggilan sirine bawah air untuk memberi isyarat kepada ikan lain agar kembali meremajakan terumbu karang.
