Kumparan Logo

Ilmuwan Israel Klaim Temukan Vaksin Virus Corona, Selesai 3 Pekan Lagi

kumparanSAINSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas membawa pasien dari mobil ambulans yang diduga terkena virus corona di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Rabu (4/3).  Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas membawa pasien dari mobil ambulans yang diduga terkena virus corona di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Rabu (4/3). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Wabah virus corona SARS-CoV-2 asal Wuhan, China, telah melanda 77 negara, termasuk Indonesia. Total korban mencapai 92.165 orang, dengan angka kematian hingga 3.127 korban jiwa hingga Rabu (4/3).

Ilmuwan dan praktisi medis di seluruh dunia berjibaku mengendalikan penularan virus, termasuk dengan mencari obat, vaksin penangkal, dan sumber inang virus.

Menurut laporan The New York Post, tim peneliti di Israel dari Galilee Research Institute atau lebih dikenal dengan sebutan MIGAL, mengeklaim telah menemukan vaksin virus corona. Mereka menyebut vaksin bakal siap dalam tiga pekan lagi, dan setelah itu tersedia untuk dipakai dalam waktu 90 hari ke depan.

Dalam situs laman resmi, lembaga penelitian MIGAL disebut punya spesialisasi dalam bidang bioteknologi, ilmu lingkungan, dan pertanian dengan tim mencakup 260 peneliti dan berafiliasi dengan 53 laboratorium.

Ilustrasi vaksin. Foto: Shutterstock

“Selamat kepada MIGAL atas terobosan yang menarik ini. Saya yakin bahwa akan ada kemajuan lebih lanjut yang cepat, memungkinkan kami untuk memberikan tanggapan yang diperlukan terhadap ancaman global COVID-19,” ujar Ofir Akunis, Menteri Sains dan Teknologi Israel, dikutip dari The Jerusalem Post.

Vaksin yang dimaksudkan untuk melawan virus corona itu merupakan hasil penelitian selama empat tahun. Awalnya, ilmuwan MIGAL berniat menciptakan virus untuk infectious bronchitis virus (IBV), virus penyebab penyakit bronkial pada unggas. Efektivitas vaksin telah terbukti ampuh dalam serangkaian uji pra-klinis yang dilakukan di Veterinary Institute.

Ketua Tim Bioteknologi MIGAL, Dr. Chen Katz, menyebut konsep dasar penelitian mereka sebenarnya hanya ingin mengembangkan teknologi pengobatan secara umum, bukan membuat vaksin khusus untuk virus tertentu.

Tahap uji pra-klinis menemukan vaksin oral yang sedang mereka kembangkan ternyata mampu menginduksi antibodi anti-IBV tingkat tinggi. Lantas saat pengurutan atau sequencing DNA dari virus corona yang tengah mewabah, ilmuwan berhasil mengidentifikasi bahwa virus corona unggas sangat mirip secara genetik dengan virus corona pada manusia.

kumparan post embed

“Yang perlu kita lakukan adalah menyesuaikan sistem dengan pengurutan (sequencing) baru,” ujar Katz.

“Kami berada di tengah-tengah proses ini, dan mudah-mudahan dalam beberapa minggu kami akan memiliki vaksin di tangan kami. Ya, dalam beberapa minggu, jika semuanya berhasil, kami akan memiliki vaksin untuk mencegah virus corona,” lanjutnya.

Proses tersebut harus dilalui demi memenuhi regulasi dari pemerintah. Tahap-tahapan yang bakal berlangsung dalam pembuatan vaksin berjenis oral ini meliputi uji klinis dan produksi vaksin dalam jumlah besar.

“Kami sedang berdiskusi intensif dengan mitra potensial yang dapat membantu mempercepat tahap pengujian untuk manusia dan mempercepat penyelesaian pengembangan produk akhir dan kegiatan pengaturan,” pungkasnya.