Ilmuwan Jerman Mau Ternak Babi Spesies Baru Buat Donor Jantung ke Manusia
·waktu baca 2 menit

Ilmuwan Jerman berencana mengkloning dan ternak babi yang dimodifikasi secara genetik untuk dijadikan donor jantung bagi manusia.
Rencana itu muncul menyusul keberhasilan transplantasi jantung babi pada manusia pertama yang sukses dilakukan di Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Eckhard Wolf, seorang ilmuwan di Ludwig-Maximilians University (LMU) di Munich, mengatakan bahwa timnya sedang membuat babi spesies baru yang dimodifikasi dari babi di Pulau Auckland. Babi ternaknya akan siap jadi donor jantung bagi manusia pada tahun 2025 mendatang.
Konsep kami adalah melanjutkan dengan model yang lebih sederhana, yaitu dengan lima modifikasi genetik,”
- Eckhard Wolf, ilmuwan di Ludwig-Maximilians University (LMU) di Munich -
Wolf mengaku sudah 20 tahun dirinya meneliti transplantasi organ hewan ke manusia yang dikenal sebagai xenotransplantasi. Timnya akan menggunakan teknologi kloning pada babi untuk menghasilkan keturunan identik secara genetik di masa depan.
“Generasi pertama dari babi rekayasa genetik harus lahir tahun ini, dan jantung mereka akan diuji pada babun sebelum meminta persetujuan untuk uji klinis ke manusia dalam waktu dua hingga tiga tahun,” kata Wolf sebagaimana dikutip The Guardian.
Nantinya, transplantasi akan diberikan kepada orang yang didiagnosis gagal organ dan tidak memiliki pengobatan lain. Sementara menurut Yayasan Transplantasi Organ Jerman, saat ini di negaranya ada sekitar 8.500 orang yang menunggu ketersediaan organ. Dengan begitu, donor organ hewan ke manusia diharapkan dapat membantu mempersingkat pasien mendapatkan organ yang dibutuhkan.
Meski begitu, rencana Wolf menuai pro dan kontra. Sejumlah kelompok termasuk aktivis hewan menilai bahwa prosedur xenotransplantasi telah melanggar hak-hak hewan. Mereka juga beranggapan eksperimen transplantasi yang dilakukan ke monyet sebelumnya telah membuat mereka mati dalam cara menyakitkan.
Pada Februari 2019, sebuah petisi yang dilayangkan kelompok Jerman Doctors Against Animal Experiments, menuntut larangan penelitian xenotransplantasi. Petisi tersebut telah ditandatangani oleh lebih dari 57.000 orang.
“Hewan tidak boleh dijadikan sebagai suku cadang bagi manusia. Hewan peliharaan yang disebut hewan ternak, tiruan atau hewan yang lahir secara alami semuanya memiliki kebutuhan, ketakutan, dan juga hak yang sama,” kata Kristina Berchtold, juru bicara Asosiasi Kesejahteraan Hewan Jerman cabang Munich.
