kumparan
Tekno & Sains22 Mei 2020 8:34

Ilmuwan NASA Cari Bukti Dunia Paralel, Di Mana Waktu Berjalan Mundur

Konten Redaksi kumparan
Benedict Cumberbatch sebagai Doctor Strange
Benedict Cumberbatch sebagai Doctor Strange Foto: © 2015 - Marvel Studios/IMDb
Tim ilmuwan NASA sedang melakukan eksperimen di Antartika untuk mencari bukti keberadaan dunia paralel. Di dunia itu, hukum fisika berjalan berlawanan dengan hukum fisika di Bumi.
ADVERTISEMENT
Konsep dunia paralel telah dibicarakan sejak awal dekade 1960 oleh sebagian besar penggemar film sains-fiksi. Lewat eksperimen deteksi sinar kosmik, tim peneliti NASA menemukan partikel yang diduga berasal dari dunia paralel. Dunia paralel itu dipercaya terbentuk lewat ledakan Big Bang.
Para ilmuwan NASA menggunakan balon udara raksasa yang membawa alat bernama Antartic Impulsive Transient Antenna (ANITA). Alat tersebut diterbangkan di langit Antartika yang memiliki udara dingin, kering, dan tanpa gangguan frekuensi radio yang dapat mengacaukan penelitian.
Alat itu kemudian menemukan angin yang bergerak konstan dengan membawa partikel berenergi tinggi yang berasal dari luar angkasa.
Salju di Antartika.
Salju di Antartika. Foto: DSD/Pexels
Mereka melaporkan partikel subatomik berenergi rendah dengan massa mendekati nol memang dapat melewati atmosfer dan tiba di Bumi. Namun partikel berenergi tinggi secara ilmiah tidak dapat melewati atmosfer karena dihentikan oleh partikel-partikel solid di langit Bumi.
ADVERTISEMENT
Itu berarti, partikel berenergi tinggi hanya dapat dideteksi ketika mendekat dari angkasa ke Bumi. Namun, tim ilmuwan NASA berhasil mendeteksi partikel berat yang bernama neutrinos yang justru bergerak keluar dari Bumi menuju luar angkasa.
Dilansir New York Post, temuan tersebut diduga bisa mengindikasikan adanya dunia paralel karena partikel-partikel tersebut melakukan perjalanan mundur yang berlawanan dengan waktu.
Peter Gorham, ahli fisika NASA dari University of Hawaii, mengatakan satu-satunya kemungkinan yang menyebabkan partikel neutrinos bereaksi seperti itu adalah akibat partikel ini berubah wujud menjadi partikel lain sebelum melewati Bumi, namun kemudian kembali lagi ke angkasa.
Gorham mengatakan temuan ini merupakan fenomena yang aneh yang terlihat mustahil dapat terjadi. Temuan ini membuat sejumlah anggota tim peneliti menjadi skeptis.
ADVERTISEMENT
“Kami menghadapi temuan yang mungkin akan sangat menarik atau sangat membosankan,” ujar Ibrahim Safa, yang terlibat dalam eksperimen ini.
Ilustrasi Black Hole (Square)
Ilustrasi luar angkasa. Foto: WikiImages via Pixabay
Penjelasan paling sederhana terkait fenomena tersebut adalah ledakan Big Bang yang terjadi 13,8 miliar tahun lalu telah menciptakan dua jenis alam semesta.
Salah satu yang tercipta adalah alam semesta yang dihuni manusia saat ini. Sementara alam semesta lainnya adalah dunia paralel, di mana waktu berjalan mundur.
“Tidak semua orang nyaman dengan hipotesis ini,” ujar Gorham, kepada New Scientist.
Eksperimen waktu berjalan mundur ini mengingatkan kita dengan kemampuan salah satu superhero Marvel, yaitu Doctor Strange. Ia dapat mengatur waktu, termasuk membuat waktu berjalan mundur.
Bagaimana menurutmu? Apakah percaya dunia paralel itu ada?
ADVERTISEMENT
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Saksikan video menarik di bawah ini:
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan