Ilmuwan Temukan ‘Dunia Tersembunyi’ di Bawah Es Antartika, Apa Itu?
·waktu baca 2 menit

Sekelompok ilmuwan menemukan dunia tersembunyi di bawah es Antartika, sebuah ekosistem yang belum pernah terlihat sebelumnya. Hewan-hewan itu hidup di sungai bawah laut jauh di dalam permukaan es Antartika.
Habitat rahasia bawah tanah ini ditemukan di Larsen Ice Shelf, lapisan es besar yang mengapung dan menempel di pantai timur semenanjung Antartika yang telah melahirkan gunung es terbesar di dunia pada 2021.
Foto satelit memperlihatkan bagaimana struktur tidak biasa di rak es dekat pertemuan dengan tanah. Di sana peneliti mengidentifikasi fitur aneh yang diduga sebagai sungai bawah permukaan. Tim lantas mengebor 500 meter di bawah permukaan es menggunakan selang air panas yang kuat untuk mencapai ruang bawah tanah tersebut.
Ketika para peneliti memasukkan kamera ke lubang es dan menembus gua gelap yang bergerigi, tiba-tiba lensa kamera berubah menjadi buram.
Awalnya, tim mengira peralatan mereka rusak. Tetapi setelah kamera difokuskan, peneliti sadar bahwa mereka lensanya dipenuhi krustasea atau udang kecil yang dikenal sebagai amphipoda. Tim tidak menyangka akan menemukan kehidupan jauh di bawah permukaan es.
"Melihat semua hewan yang berenang di sekitar kamera kami, berarti jelas ada proses ekosistem penting yang terjadi di sana," kata Craig Stevens, ahli kelautan fisik di Institut Nasional Penelitian Air dan Atmosfer (NIWA) di Auckland, Selandia Baru.
Menurut peneliti, gua yang gelap itu memiliki struktur yang tidak rata, banyak gelombang curam. Selain itu, mereka juga menemukan kolam air di bawa tanah yang terbelah menjadi empat atau lima lapisan air berbeda yang mengalir ke arah berlawanan.
Ahli sebenarnya sudah lama menduga ada jaringan sungai, danau, dan muara di bawah Antartika. Tapi sampai sampai sekarang fitur-fitur itu masih sangat sedikit yang dipelajari. Peneliti juga tidak menduga ada kehidupan di bawah es Antartika.
“Mengamati dan mengambil sampel sungai ini seperti membuat kita merasa memasuki dunia tersembunyi.
Kini, para ilmuwan bakal terus mempelajari ekosistem bawah permukaan yang baru ditemukan itu dan berharap bisa mempelajari lebih lanjut bagaimana nutrisi di dalam air bawah tanah Antartika bisa mendukung kelimpahan kehidupan di sana.
