Kumparan Logo

Ilmuwan Temukan Kawah Terbesar di Bumi, Lokasinya di China

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Meteor. Foto: pixabay/AlexAntropov86
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Meteor. Foto: pixabay/AlexAntropov86

Sebuah kawah berbentuk bulan sabit yang diklaim sebagai terbesar di dunia telah ditemukan di Timur Laut China. Berdasarkan hasil analisis, kawah itu diperkirakan terbentuk dalam kurun waktu 100.000 tahun terakhir.

Menurut NASA Earth Observatory, sebelum tahun 2020 satu-satunya kawah terbesar di China ditemukan di daerah Xiuyan di provinsi pesisir Liaoning. Kemudian pada Juli 2021, para ilmuwan mengkonfirmasi kawah lain yang terbentuk akibat hantaman batu luar angkasa di pegunungan Xing’an. Kawah terbesar yang baru ditemukan peneliti ini dipublikasikan dalam jurnal Meteoritics and Planetary Science.

Kawah Yilan berukuran sekitar 1,85 kilometer. Berdasarkan penanggalan radiokarbon dari arang dan sedimen danau organik, kawah Yilan kemungkinan terbentuk antara 46.000 hingga 53.000 tahun yang lalu. Para peneliti mengumpulkan sampel sedimen ini dengan mengekstrak inti bor dari pusat kawah.

Di kedalaman 100 meter danau berlapis dan sedimen rawa terdapat lempengan granit terdiri dari banyak fragmen berbatu yang tersedimentasi dalam matriks. Batuan ini punya bekas luka dari hantaman meteorit.

Kawah Yilan yang ditemukan di China diklaim terbesar di dunia berukuran sekitar 1,85 kilometer. Foto: Lauren Dauphin/NASA Earth Observatory

Misal, pecahan batu menunjukkan tanda-tanda telah meleleh dan mengkristal selama hantaman terjadi. Ini karena granit bisa dengan cepat memanas dan menjadi dingin. Fragmen batu lainnya lolos dari proses peleburan sehingga mengandung kuarsa “kejut” yang pecah dalam pola berbeda ketika batu ruang angkasa itu jatuh dan menghantam tanah.

Tim juga menemukan pecahan kaca berbentuk tetesan air dan potongan kaca dengan lubang kecil yang terbentuk akibat gelembung gas. Kedua fitur ini juga menunjukkan bahwa dampak intensitas tinggi terjadi di sana, kata NASA.

Sebagian dari tepi selatan kawah Yilan hilang, sehingga struktur geologis terlihat berbentuk bulan sabit dari atas.

Kawah tumbukan berbentuk bulan sabit seperti itu relatif jarang ditemukan di Bumi,”

- Chen Ming, salah satu penulis penelitian sekaligus peneliti dari Guangzhou Institute of Geochemistry -

Pada Oktober 2021, satelit Landsat-8 menangkap potret mencolok tepi utara kawah, dan kini para ilmuwan sedang menyelidiki bagaimana serta kapan tepi selatan kawah menghilang.

Kawah Meteor di Arizona sebelumnya memegang rekor sebagai kawah tumbukan (hantaman meteor) terbesar yang terbentuk sekitar 49.000 hingga 50.000 tahun dengan diameter 1,2 km. Sebagai pembanding, kawah Xiuyan berukuran 1,8 km dengan usia yang belum diketahui.