Ilmuwan Ungkap Manfaat Siwak dan Alat Alternatif Lain Pembersih Gigi

Sekarang ini kebanyakan orang sudah menggunakan sikat gigi, pasta gigi, dan benang gigi untuk menjaga kebersihan mulut mereka. Namun begitu, masih ada juga orang-orang yang menggunakan alternatif lain, misalnya siwak.
Josefine Hirschfeld, pengajar ilmu restorasi gigi di University of Birmingham, mengatakan ada beberapa manfaat dari penggunaan siwak atau miswak ini. Menurut tulisannya di The Conversation, siwak yang terbuat dari akar atau dahan pohon arak yang bernama latin Salvadora persica memiliki kandungan fluoride tinggi. Ia menambahkan bahwa siwak juga memiliki kandungan antimikroba yang bisa mencegah pembusukan gigi.
Dalam sebuah laporan hasil riset yang dipublikasikan di The Internet Journal of Family Practice, para peneliti mengungkap bahwa ada beberapa pohon lain yang digunakan sebagai pengganti sikat gigi. Di antaranya adalah Albizia coriaria, Acacia nilotica, dan Balanites aegyptiaca. Di Afrika Barat pohon jeruk nipis atau Citrus aurantifolia dan pohon jeruk Citrus sinensis juga digunakan sebagai pembersih gigi.
Menurut riset itu, pembersih gigi alami semacam ini dipilih berdasarkan rasa, tekstur, dan efeknya pada mulut pengguna.
"Beberapa riset telah menunjukkan bahwa menggunakan ranting pohon bisa memberikan efek bersih serupa dengan sikat gigi konvensional," papar Hirschfeld, sebagaimana juga dilansir Science Alert.
"Tapi, ranting terkadang tidak bisa membersihkan area di antara gigi, dan jika tidak digunakan dengan benar mereka bisa melukai gusi serta merusak gigi," lanjut dia.
Alat lain untuk membersihkan gigi
Selain menggunakan ranting kayu, seperti siwak, dan sikat gigi, ada cara lain yang orang lakukan untuk membersihkan mulutnya. Hirschfeld mengatakan bahwa di beberapa negara Islam, orang-orang menggosokkan kulit pohon kenari ke giginya.
"Kulit pohon kenari memiliki properti antimikroba dan dipercayai memberikan efek memutihkan gigi. Tetapi, belum ada riset yang dilakukan untuk menyelidiki keefektifan atau efek sampingnya," jelas Hirschfeld.
Sementara itu, ada orang-orang di India, Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan yang menggunakan lumpur, garam, atau abu untuk membersihkan mulutnya. Menurut Hirschfeld, meski efektif menghilangkan noda dan plak, bahan-bahan itu tidak mengandung fluoride.
"Mereka bahkan bersifat abrasif dan bisa menyebabkan gigi sensitif dan gangguan pada gusi," tambah Hirschfeld.
Abu arang (charcoal) juga merupakan salah satu alat pembersih gigi tradisional yang sekarang makin populer. Beberapa merek pasta gigi dan sikat gigi sekarang mengandung bahan ini. Menurut Hirschfeld, ada bukti yang menunjukkan bahwa abu dari arang bisa mengikat bakteri berbahaya dan membuatnya tidak aktif.
Ada juga penggunaan minyak kumur untuk membersihkan gigi. Ini disebut praktik Ayurvedic. Dalam praktik ini orang berkumur-kumur menggunakan minyak kelapa, wijen, atau zaitun selama 15 menit.
Cara ini dipercaya bisa membuang keluar bakteri dan racun dari mulut. Ada beberapa riset yang menemukan bahwa praktik ini, jika dikombinasikan dengan sikat gigi dan penggunaan benang gigi, bisa membantu mengurangi peradangan pada gusi.
Dari sekian banyak alat atau bahan pembersih gigi di atas, apapun yang kamu pilih, yang terpenting, jangan lupa membersihkan gigimu setiap sebelum tidur, ya.
