Kumparan Logo

Infografik: Setelah Vaksin COVID-19, Apa yang Harus Kita Lakukan?

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi menjaga kesehatan tubuh. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menjaga kesehatan tubuh. Foto: Shutterstock

Sejak dahulu, vaksinasi dinilai menjadi salah satu cara untuk menekan penyebaran penyakit menular. Mulai dari campak, polio, difteri, hingga pertusis.

Secara singkat, ketika sebagian besar masyarakat sudah divaksin, sebuah kekebalan kelompok akan terbentuk. Kekebalan kelompok inilah yang dapat "menjaga" orang-orang yang tidak bisa divaksin terhindar dari virus penyakit. Tak hanya itu, tubuh juga akan mengenali virus atau bakteri pembawa penyakit. Sehingga, ketika virus atau bakteri tersebut masuk, tubuh akan mengetahui cara melawannya.

Itulah alasannya mengapa pemerintah menggalakkan program vaksinasi COVID-19 dengan target sasaran mencapai 181.554.465 orang. Target tersebut diharapkan dapat menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) di Indonesia.

Meski begitu, kita tidak serta merta ‘kebal corona’ setelah divaksin. Apalagi kini hadir varian Omnicron. Bila seseorang tetap positif corona setelah divaksin, bisa jadi sistem imunitasnya belum terbentuk.

Oleh sebab itu, tetap jaga daya tahan tubuh dengan melakukan cara sederhana berikut:

Infografik: cara mudah jaga daua tahan tubuh setelah divaksin. Foto: Philysia Suvarly/kumparan

Untuk informasi lengkap mengenai air purifier dari Sharp, kamu bisa klik di sini. Mulai sekarang, mari saling jaga kesehatan diri dan keluarga dengan teknologi Plasmacluster dari Sharp!

Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Sharp