Kumparan Logo

Ini Bentuk Pantat Dinosaurus

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pantat dinosaurus Foto: Bob Nicholls/Paleocreations.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pantat dinosaurus Foto: Bob Nicholls/Paleocreations.com

Dinosaurus berusia sekitar 145 atau 65 juta tahun tersebut memiliki lubang pantat multi-segi, atau yang dikenang sebagai kloaka. Saat ini, fosil dinosaurus yang ditemukan di barat laut China itu dipamerkan di Senckenberg Museum of Natural History di Frankfurt, Jerman.

Kerabat Triceratops tersebut adalah herbivora yang sebelumnya spesimennya telah menjadi subjek untuk banyak penelitian. Sebelumnya, peneliti berniat untuk menemukan warna kulit Psittacosaurus, namun mereka justru menemukan lubang anus yang sangat terawat.

Sama seperti kebanyakan vertebrata darat, dinosaurus ini menggunakan lubang kloaka untuk berbagai hal. Mereka melakukan berbagai aktivitas, seperti buat air kecil dan besar, kawin serta bertelur lewat lubang tersebut.

Meski mirip pada buaya yang hidup di zaman ini ini, namun Jacon Vinther, ahli paleobiologi di Universitas Bristol di Inggris, mengatakan bahwa fosil kloaka pada dinosaurus yang ditemukan memiliki anatomi yang unik. Peneliti dapat melihat sisa-sisa dua tonjolan kecil yang mungkin merupakan kelenjar aroma yang digunakan dinosaurus untuk menarik lawan jenis. 

Ilustrasi struktur pantat dinosaurus Foto: Vinther J. et al. Current Biology

"Kloaka ini dibentuk dengan cara yang sempurna dan unik. Tak terlihat seperti kloaka burung yang merupakan kerabat terdekat dinosaurus," kata Vinther.

Tetapi, tidak satu pun dari jaringan lunak reproduksi seperti penis yang terawetkan. Jadi para peneliti tak bisa menemukan apakah dinosaurus ini jantan atau betina. Meski begitu dinosaurus ini kemungkinan berhubungan seks kopulasi, dengan menggabungkan atau menempelkan alat kelamin pada alat kelamin pasangannya. 

Lebih lanjut, Diane Kelly, ahli penis vertebrata dan sistem kopulasi di University of Massachusetts Amherst membandingkan lubang pantat Psittacosaurus dengan vertebrata darat yang masih hidup. Hasilnya, kloaka pada Psittacosaurus bisa sangat fleksibel.

Ia bisa berorientasi horizontal seperti burung atau berorientasi vertikal seperti buaya. Selain itu, tim peneliti juga memperhatikan bahwa bagian luar fosil kloaka ditutupi dengan melanin gelap.

Fosil Psittacosaurus Foto: Bob Nicholls/Paleocreations.com

Kemungkinan area berpigmen gelap ini disebabkan oleh warna kulit yang berbeda, seperti pantat merah terang pada babun. Melanin gelap mungkin juga memberikan perlindungan antimikroba, seperti halnya yang terlihat pada manusia.

"Manusia memiliki melanin di bagian tubuh tertentu. Hati kita penuh dengan melanin karena kita tak ingin infeksi mikroba terjadi di tempat ini," jelas Vinther.

Selain itu, bagian berpigmen di setiap sisi lubang anus hewan purba ini kemungkinan juga memiliki kelenjar yang mengeluarkan bau yang dilepaskan pada masa kawin. Studi ini dipublikasikan pada Selasa (19/1) melalui jurnal Current Biology.