Ini Cara Agar Cepat Kentut dan Tips Menyembuhkan Perut Kembung
ยทwaktu baca 4 menit

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang akan mengeluarkan gas alami yang dalam istilah medis disebut flatus. Gas tersebut umumnya berbau tidak sedap dan terdiri dari amonia CO2, H2, H2S, CH4 (metana) yang dikeluarkan lewat anus.
Masyarakat umum biasa mengenal proses buang angin dengan sebutan kentut. Mengutip buku Kiat Menyembuhkan Gangguan Lambung karya dr. J.B Suharjo (2021), gas yang dikeluarkan melalui proses tersebut umumnya merupakan hasil fermentasi dari makanan yang mengandung banyak karbohidrat.
Pada orang normal, sisa makanan akan diproses oleh bakteri usus menjadi gas alami yang dikeluarkan lewat kentut. Sementara pada orang yang mengalami masalah pencernaan, gas tersebut akan mengendap di dalam perut dan sulit untuk keluar.
Penyebabnya karena kondisi kesehatan yang buruk membuat mana organ-organ dalam tubuh tidak bekerja dengan baik. Gejala susah kentut biasanya disertai dengan rasa kembung, sendawa terus-menerus, dan rasa melilit pada perut.
Apa Penyebab Kentut?
Seperti disebutkan di awal, kentut adalah hal normal yang terjadi karena proses fermentasi dalam usus manusia. Umumnya, kondisi ini dipicu oleh pola makan yang salah, kebiasaan makan terlalu cepat, dan terlalu banyak menelan udara.
Dijelaskan dalam buku Obat-Obatan Sederhana untuk Gangguan Sehari-hari karya Drs. H. T. Tan (2010), kentut juga bisa disebabkan oleh kombinasi makanan yang keliru, sehingga dalam usus terjadi peragian dan pembentukan gas berlebih.
Karena itu, kentut seringkali disertai dengan rasa kembung dan melilit yang tak tertahankan. Pada orang yang memiliki gangguan pencernaan, gas-gas tersebut akan sulit keluar dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
Apakah asam lambung bikin susah kentut?
Sebenarnya, ada banyak penyebab seseorang susah kentut. Berdasarkan laman Healthline, asam lambung bisa menjadi salah satu pemicunya.
Salah satu gejala asam lambung yang biasa terjadi pada pasien adalah penumpukan gas dalam jumlah yang banyak. Penderita asam lambung biasanya akan merasa kembung, sering bersendawa, dan susah kentut.
Bagaimana cara mengatasi perut kembung agar bisa kentut?
Kondisi perut kembung dan susah kentut dapat diatasi dengan mengubah cara makan. Anda bisa makan dengan lebih lambat dan mengunyah makanan sampai halus sebelum menelannya.
Sebaiknya, hindari konsumsi gorengan dan sayuran mentah jenis lalap seperti kol, timun, dan terong. Hindari juga memakan permen karet dan minuman bersoda untuk mencegah penumpukan gas dalam perut. Usahakan untuk minum setelah makan, bukan di sela-selanya.
Perut kembung sebaiknya minum apa?
Untuk mengatasi perut kembung, sebaiknya Anda meminum ramuan hangat seperti jahe, kunyit, dan adas. Jika dicampur dengan madu, ramuan tersebut bisa memberikan efek antiradang dan mengurangi derajat keasaman lambung.
Dijelaskan oleh dr. Patricia Handiwidjaja dalam buku Kumpulan Pojok Sehat (2021), mengonsumsi peppermint yang mengandung mentol juga efektif meredakan gejala perut kembung. Ramuan ini bisa merelaksasi otot-otot saluran cerna, sehingga gas bisa keluar dengan mudah.
Cara agar cepat kentut
Agar bisa cepat kentut, Anda bisa mengompres perut menggunakan air hangat dan mengoleskan minyak kayu putih. Anda juga bisa meminum ramuan teh yang terbuat biji anis, caraway, kayu manis, dan peppermint.
Cobalah untuk memijat perut Anda dengan kepalan tangan searah jarum jam atau mengonsumsi biskuit dan tablet arang. Jika tak kunjung membaik, Anda bisa segera memeriksakan diri ke dokter.
Perut kembung terus menerus, gejala penyakit apa?
Gejala perut kembung yang terjadi terus menerus bisa mengindikasikan penyakit kronis seperti gastritis dan radang usus buntu. Gastritis adalah kondisi peradangan dan iritasi yang menyebabkan pengikisan lapisan dinding lambung akibat kelebihan asam lambung.
Muntah kronis, stres, dan penggunaan obat antiradang jangka panjang dapat memicu penyakit pencernaan ini. Infeksi bakteri H. Pylori dan virus juga dapat menyebabkan gastritis.
Gejala dari gastritis umumnya adalah mual, muntah, perut kembung, sakit perut, kurang nafsu makan, dan perut terasa terbakar di antara waktu makan atau pada malam hari. Untuk mengobati gangguan sistem pencernaan ini, dokter dapat meresepkan obat yang bisa mengurangi produksi asam lambung.
Sementara radang usus buntu atau anpendisitis adalah penyakit pencernaan yang ditandai dengan peradangan pada appendix atau usus buntu. Hal ini bisa disebabkan karena usus buntu tersumbat oleh tinja, benda asing, kanker, atau infeksi.
Mengutip Buperi Ilmu Pengetahuan Alam karya Dewi Nur Halimah (2020), gejala dari gastritis umumnya meliputi nyeri di dekat pusar, mual, muntah, demam, susah kentut, nyeri saat kencing, perut kram, tidak nafsu makan.
Untuk mengobati apendisitis diperlukan operasi pengangkatan usus buntu. Tanpa usus buntu, Anda tidak akan mengalami masalah berarti. Apendisitis yang dibiarkan justru berbahaya karena dapat pecah dan menyebabkan peritonitis, yaitu infeksi pada selaput rongga perut (peritoneum).
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa penyebab kentut?

Apa penyebab kentut?
Umumnya, kondisi ini dipicu oleh pola makan yang salah, kebiasaan makan terlalu cepat, dan terlalu banyak menelan udara.
Apakah asam lambung bikin susah kentut?

Apakah asam lambung bikin susah kentut?
Asam lambung bisa memicu gejala susah kentut pada sebagian orang.
Bagaimana cara mengatasi perut kembung?

Bagaimana cara mengatasi perut kembung?
Kondisi perut kembung dan susah kentut dapat diatasi dengan mengubah cara makan. Anda bisa makan dengan lebih lambat dan mengunyah makanan sampai halus sebelum menelannya.
