Kumparan Logo

Ini Dinosaurus Sebesar Ayam Berpita 'Tombak' di Bahu, Bikin Ilmuwan Terpesona

kumparanSAINSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ubirajara Jubatus, dinosaurus sebesar ayam. Foto: Bob Nicholls/Paleocreations.com
zoom-in-whitePerbesar
Ubirajara Jubatus, dinosaurus sebesar ayam. Foto: Bob Nicholls/Paleocreations.com

Kalau kita mendengar kata ‘dinosaurus’, yang terbesit pertama kali dalam pikiran kita adalah hewan purba bertubuh besar dengan bentuk yang kokoh dan kulit yang keras. Namun, berbeda dengan dinosaurus bernama Ubirajara Jubatus yang baru-baru ini ditemukan oleh ilmuwan dan telah dipublikasi di jurnal ilmiah Cretaceous Research, Minggu (13/12).

Dinosaurus tersebut cuma seukuran ayam. Ia masih kerabat dekat dengan Compsognathus, dinosaurus yang hidup di Eropa purba sekaligus salah satu dinosaurus terkecil yang diketahui.

Ukurannya yang kecil tersebut nyatanya bukan karakteristik paling menarik dari Ubirajara Jubatus. Di balik tulang-belulang yang tampak mirip seperti dinosaurus kecil lain, ia punya bulu yang bikin ilmuwan terpesona.

“Apa yang sangat tidak biasa tentang binatang itu adalah adanya dua pita yang sangat panjang, mungkin kaku di kedua sisi bahunya yang mungkin digunakan untuk pajangan, untuk atraksi pasangan, persaingan antar-laki-laki atau untuk menakut-nakuti musuh,” kata David Martill, pemimpin penelitian tersebut sekaligus seorang profesor palaebiologi di University of Portsmouth kepada The Independent.

Kesimpulan tersebut didapatkan peneliti setelah memeriksa fosil Ubirajara Jubatus yang disimpan Museum Sejarah Alam Nasional di Karlsruhe, Jerman. Mereka menggali spesimen fosil dari dua lempengan batu. Lalu, dengan menggunakan sinar-X, para peneliti menemukan elemen kerangka dan jaringan lunak yang sebelumnya tersembunyi.

Elemen kerangka dan jaringan lunak itu termasuk bagian pita bahu berbentuk panjang dan tebal di punggung. Peneliti mengatakan pita bahu ini bukanlah sisik ataupun bulu. Mereka yakin pita ini adalah karakteristik unik dari Ubirajara Jubatus.

Peneliti juga menemukan, pita ini dikendalikan oleh otot yang memungkinkannya untuk diangkat, mirip dengan bagaimana landak mengangkat duri ketika merasa terancam. Selain menemukan pita bahu, mereka juga menemukan kalau dinosaurus tersebut diselubungi proto-bulu (protofeathers) mirip rambut di keseluruhan tubuhnya.

Ubirajara Jubatus, dinosaurus sebesar ayam. Foto: Bob Nicholls/Paleocreations.com

“Ada banyak dinosaurus aneh lainnya, tapi yang satu ini tidak seperti yang lainnya,” kata Martill kepada Reuters.

"Sepertinya dari kejauhan terlihat lebih berambut daripada berbulu," kata Martill. “Kemungkinan besar ia memiliki rambut seperti proto-bulu di sebagian besar tubuhnya tetapi hanya ada di sepanjang leher, punggung, dan lengannya. Yang di punggungnya sangat panjang dan memberikan semacam surai yang unik untuk dinosaurus.”

Sebenarnya, banyak dinosaurus yang memiliki bulu. Burung yang kita kenal saat ini pun berevolusi dari dinosaurus berbulu kecil sekitar 150 juta tahun yang lalu. Umumnya, dinosaurus berbulu ditemukan di China dan Jerman, menurut laporan CNN.

Ubirajara Jubatus sendiri hidup pada 110 juta tahun yang lalu di daerah yang sekarang menjadi Brasil. Ia punya dua kaki panjang, sepasang lengan pendek, dan kemungkinan memangsa serangga dan hewan vertebrata kecil seperti katak dan kadal.

Peneliti menjelaskan, nama Ubirajara Jubatus yang mereka berikan berasal dari bahasa orang Tupi di Brasil yang berarti "tuan tombak", adapun jubatus dari bahasa Latin yang berarti surai atau jambul.

"Jika dikonfirmasi, temuan ini akan menjadi penemuan yang signifikan karena dua alasan: Dinosaurus berbulu pertama dari benua selatan dan struktur tampilan aneh pada dinosaurus dari garis keturunan yang relatif awal," kata Xu Xing, paleontolog di Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoantropologi di Beijing, yang bukan bagian dari penelitian, kepada CNN.

“Struktur serupa telah dilaporkan sebelumnya dari beberapa dinosaurus yang sangat mirip burung, tetapi dalam kasus itu, struktur seperti pita melekat pada ekor, yang merupakan hal normal, tetapi dalam penemuan baru ini, mereka melekat pada bahu, yang tidak biasa," tambah Xu, yang juga menemukan beberapa fosil dinosaurus berbulu pertama di China.