Ini Efek Samping Dexamethasone, Obat Ampuh Selamatkan Pasien Corona Kritis

18 Juni 2020 11:07 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi obat-obatan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat-obatan. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Dexamethasone menjadi populer belakangan ini. Obat itu disebut ampuh menyelamatkan pasien virus corona yang kritis, menurut penelitian di Inggris.
ADVERTISEMENT
Dexamethasone masuk ke dalam kategori kortikosteroid, dan umum digunakan sebagai obat anti-peradangan, alergi, mengatur kadar gula darah, melawan infeksi, dan mengontrol stres. Ia tergolong obat-obatan keras sehingga tidak dapat sembarangan digunakan dan perlu resep dokter.
Menurut Healthline, penggunaan dexamethasone dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti mual, sakit perut, muntah, pusing, sakit kepala, gelisah, dan sulit tidur. Simtom yang dialami ini terbilang umum, dan jika gejalanya ringan, ia akan hilang dalam beberapa hari atau minggu.
Ada juga efek samping lain yang tergolong cukup parah, mulai dari darah di tinja dan urine, pendarahan atau memar yang tak biasa, pembengkakan, nyeri otot dan sendi, perubahan suasana hati macam depresi, hingga gagal jantung. Jika tubuh mengalami gejala tersebut, segera hubungi dokter.
Ilustrasi obat-obatan yang harus dibawa ketika traveling. Foto: Shutter Stock
Dexamethasone juga dapat menyebabkan reaksi alergi, gejalanya kesulitan bernapas dan pembengkakan tenggorakan atau lidah. Segera hubungi dokter apabila gejala alergi ini muncul, dan jangan diminum lagi obatnya karena bisa berakibat fatal.
ADVERTISEMENT
Mereka yang memiliki kondisi medis lain perlu konsultasi dengan dokter sebelum minum dexamethasone. Penderita penyakit jantung, misalnya, dexamethasone bisa meningkatkan kadar sodium (natrium), edema (pembengkakan jaringan), dan kekurangan potasium (kalium).
Obat ini juga bisa meningkatkan tekanan darah bagi penderita hipertensi. Untuk penderita diabetes, dexamethasone dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh.
Dexamethasone sendiri telah hadir sejak 1960-an dan terdaftar dalam Daftar Model Obat Esensial WHO sejak 1977 dalam berbagai formulasi, serta tersedia di pasar dengan harga terjangkau. Ia hadir dalam bentuk tablet, cairan, tetes mata, dan tetes telinga.
Kantor WHO di Jenewa, Swiss. Foto: Shutter Stock

Dexamethasone untuk Terapi Pengobatan Virus Corona

Dexamethasone menjadi terobosan baru dalam terapi pengobatan pasien COVID-19, penyakit yang disebabkan virus corona. Ia terbukti manjur berdasarkan hasil penelitian tim ilmuwan Inggris dalam Recovery Trial, program uji klinis obat untuk mencari terapi pengobatan yang efektif melawan COVID-19.
ADVERTISEMENT
National Institute for Health Research (NIHR) di Inggris melaporkan, pemberian obat dexamethasone dalam dosis rendah terbukti meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pada pasien tertentu.
NIHR menjelaskan, sebanyak 2.104 pasien COVID-19 di Inggris secara acak diberikan dexamethasone satu kali dalam sehari selama 10 hari. Perawatan mereka kemudian dibandingkan dengan 4.321 pasien lain yang secara acak dirawat dengan pengobatan biasa.
Di antara kelompok kontrol perawatan biasa dalam 28 hari, mortalitas paling tinggi ada pada pasien yang menggunakan ventilator (41 persen). Sedang pasien yang hanya menggunakan oksigen memiliki tingkat kematian 25 persen, sementara pasien yang tidak menerima intervensi pernapasan punya mortalitas 13 persen.
Di sisi lain, pasien dengan perawatan yang diberikan dexamethasone punya tingkat kematian yang lebih kecil. Menurut NIHR, pasien dengan ventilator dan oksigen yang diberikan dexamethasone memiliki tingkat kematian masing-masing sebesar 28 persen dan 20 persen.
ADVERTISEMENT
Dengan demikian, penelitian yang dilakukan di Universitas Oxford dan dipimpin oleh Profesor Peter Horby dan Profesor Martin Landray ini menemukan, dexamethasone mengurangi risiko kematian hingga sepertiga pada pasien berventilasi dan seperlima pada pasien lain yang hanya menerima oksigen. Tidak ada manfaat di antara mereka yang tidak membutuhkan intervensi pernapasan.
"Ada manfaat yang jelas," kata Profesor Martin Landray, dikutip BBC. "Pengobatan dexamethasone berlangsung selama 10 hari dan biayanya sekitar 5 poundsterling per pasien. Jadi pada dasarnya, harganya 35 poundsterling untuk menyelamatkan hidup. Ini adalah obat yang tersedia secara global."
Petugas medis membawa pasien virus corona dari ambulans menuju rumah sakit S Thomas di London, Inggris. Foto: REUTERS/Hannah McKay
Profesor Landray pun menganjurkan agar rumah sakit segera memberikan dexamethasone bagi pasien tanpa menunda-nunda. Namun, warga diminta tidak membelinya untuk dipakai tanpa pengawasan dokter di rumah.
ADVERTISEMENT