Tekno & Sains
·
21 September 2020 10:45

Ini Foto Planet Jupiter Warna Pastel, Lengkap Ada Bintik Merah Raksasa

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ini Foto Planet Jupiter Warna Pastel, Lengkap Ada Bintik Merah Raksasa (24969)
Gerhana matahari di Jupiter. Foto: NASA/JPL-CALTECH/SWRI/MSSS/KEVIN M.GILL
Badan antariksa Amerika Serikat, NASA (National Aeronautics and Space Administration), baru saja membagikan gambar terbaru dari planet Jupiter yang diambil menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble, ketika Jupiter berada pada jarak 653 juta kilometer dari Bumi.
ADVERTISEMENT
Gambar itu diambil pada 25 Agustus 2020. Potretnya dapat mengungkap wawasan tentang atmosfer tebal di Jupiter kepada para ilmuwan. Peneliti menjelaskan, dalam foto tersebut tampak badai yang ditandai dengan warna putih terang di bagian kiri atas gambar membentang mengelilingi planet. Badai diperkirakan memiliki kecepatan 560 kilometer per jam.
"Di foto ini, bagian atmosfer Jupiter yang berada di ketinggian, terutama di atas kutub terlihat berwarna merah akibat partikel atmosfer menyerap sinar ultraviolet. Sebaliknya, area berwarna biru mewakili sinar ultraviolet yang dipantulkan dari planet ini," tulis anggota Hubble dalam keterangan foto yang dirilis Jumat (18/9).
Sementara Bintik Merah Raksasa (Great Red Spot) yang bergulung berlawanan arah jarum jam merupakan badai super masif. Bintik Merah Raksasa itu diperkirakan memiliki ukuran 15.771 kilometer. Itu cukup untuk menelan Bumi. Badai super terus menyusut sejak terpantau pada tahun 1930 menggunakan teleskopik. Alasan ukurannya yang menyusut masih menjadi misteri hingga saat ini.
Ini Foto Planet Jupiter Warna Pastel, Lengkap Ada Bintik Merah Raksasa (24970)
Teleskop Luar Angkasa Hubble menangkap gambar pankromatik Jupiter yang unik ini pada 25 Agustus 2020. Foto: NASA
Fitur lain yang tampak berubah adalah Oval BA, atau disebut Bintik Merah Junior. (Red Spot Jr.) yang muncul tepat di bawah Great Red Spot. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, warna Red Spot Jr. telah memudar dari warna putih, ke merah, sekarang menjadi lebih gelap.
ADVERTISEMENT
"Gumpalan di belakang badai putih tampaknya menyerap sinar ultraviolet, mirip dengan pusat Bintik Merah Raksasa dan Red Spot Jr. yang berada tepat di bawahnya. Hal ini memberi para ilmuwan lebih banyak bukti bahwa badai di Jupiter dapat bertahan lebih lama daripada kebanyakan badai lain," tambah peneliti Hubble.
Badai di Jupiter biasanya muncul setiap enam tahun atau lebih. Badai muncul secara bersamaan, dan waktu pengamatan yang dilakukan Hubble kali ini tergolong sempurna karena menunjukkan struktur gangguan selama tahap awal evolusi Jupiter.
Hubble sendiri merupakan proyek gabungan NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) yang diluncurkan pada April 1990. Cermin utama Hubble pernah mengalami gangguan dan diperbaiki oleh astronaut pada Desember 1993. Hingga saat ini, Hubble masih memberikan pemandangan kosmos pada para astronom dan publik usai tiga dekade diluncurkan.
ADVERTISEMENT