Kumparan Logo

Ini Kota Terdingin di Dunia, Suhu Udara Bisa Tembus -60 Derajat Celsius

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anak harimau Siberia. Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji
zoom-in-whitePerbesar
Anak harimau Siberia. Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji

Kalau ditanya, di mana wilayah terdingin di dunia? Pikiran kita pasti tertuju ke Antarktika. Tak salah memang menyebut Antarktika sebagai benua terdingin. Tapi, ada lho kota di bagian lain dunia yang cuacanya hampir sama seperti Antartika.

Jadi, di mana kota itu berada? Itu adalah kota Yakutsk di Rusia. Tepatnya di Siberia, Yakutsk menjadi salah satu daerah terdingin dengan penduduk sedikit. Yakutsk menjadi rumah bagi sekitar 336.200 orang, di mana sebagian besar penduduknya bekerja untuk Alrosa, sebuah perusahaan yang menjalankan tambang berlian.

Suhu di Yakutsk, Siberia, bisa mencapai minus 60 derajat Celsius. Beberapa penduduk bahkan mengatakan bahwa akhir-akhir ini mereka merasakan cuaca yang lebih dingin dari biasanya, tapi mereka tidak bisa mengkonfirmasi suhu dengan tepat karena termometer hanya bisa membaca hingga minus 63 derajat Celsius.

Yakutsk bukan satu-satunya kota terdingin di dunia. Ada tempat lain suhunya tak kalah ekstrem. Oymyakon, pemukiman di Rusia berpenduduk sekitar 500 orang. Pada 1924, suhu di kota ini mencatat rekor terdingin mencapai minus 71,2 derajat Celsius.

Orang-orang berdiri di dekat replika Razor Crest raksasa, sebuah pesawat tempur dari serial spin-off StarWars "The Mandalorian", di sebuah taman di timur kota Yakutsk, Siberia. Foto: EVGENIY SOFRONEYEV/AFP

Ini cukup mengejutkan mengingat Yakutsk dan Oymyakon tak berdekatan, keduanya terpisah dengan jarak 928 kilometer. Butuh waktu 21 jam untuk melakukan perjalanan dari Yakutsk ke Oymyakon, atau sebaliknya.

Jadi mengapa kedua tempat ini begitu menusuk tulang? Dan mengapa orang terus hidup di lingkungan yang sulit dan kejam ini?

Siberia sangat dingin karena kombinasi lintang tinggi dan daratan yang begitu luas,"

- Alex DeCaria, profesor meteorologi di Millersville University di Pennsylvania -

Suhu ekstrem baik panas maupun dingin terjadi di seluruh benua karena daratan memanas dan mendingin lebih cepat daripada lautan. Dalam kasus Siberia, lapisan salju dan es juga sangat berperan karena membantu menjaga kawasan tetap sejuk dengan memantulkan radiasi matahari yang masuk kembali ke luar angkasa.

Faktor-faktor ini telah menyebabkan terciptanya zona tekanan tinggi semi-permanen yang terbentuk di atas Siberia pada musim dingin, dikenal sebagai "Siberian High".

"Tekanan tinggi di atas benua dengan garis lintang tinggi umumnya dikenal memiliki udara yang stabil, kelembaban rendah dan langit cerah yang menghasilkan suhu permukaan sangat dingin," kata DeCaria kepada Livescience.

Seekor beruang kutub liar di Siberia. Foto: REUTERS/Vyacheslav Yarinskiy

Itu karena kelembaban rendah dan langit cerah memungkinkan radiasi gelombang panjang yang dipancarkan Bumi mencapai puncak atmosfer dan dipancarkan ke luar angkasa sehingga menghasilkan suhu permukaan yang dingin, lanjut DeCaria.

Selain itu, topografi juga berperan dalam pembentukan suhu dingin. Menurut Jouni Räisnen, dosen senior di Institute for Atmospheric and Earth System Research (INAR) di University of Helsinki di Finlandia, baik Yakutsk maupun Oymyakon berada di lembak lokal, dikelilingi oleh dataran yang lebih tinggi.

"Konsekuensinya adalah apa yang disebut 'danau udara dingin' dengan mudah terbentuk di bawah kondisi musim dingin yang tenang. “Udara dingin yang relatif berat ini terperangkap di dekat dasar lembah.”

Jadi kenapa orang masih mau tinggal di Siberia padahal cuacanya tidak bersahabat?

"Saya pikir orang bangga di mana mereka tinggal dan pengetahuan yang mereka miliki berhasil membuat mereka bertahan di tempat yang keras sekalipun," ujar Cara Ocobock, seorang antropolog biologi dan direktur Laboratorium Energi Manusia di Notre Dame University.