Tekno & Sains
·
22 Juli 2021 9:40
·
waktu baca 1 menit

Ini Panduan Baru Isolasi Mandiri di Rumah untuk Pasien Covid Tanpa Gejala

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ini Panduan Baru Isolasi Mandiri di Rumah untuk Pasien Covid Tanpa Gejala (58489)
searchPerbesar
Warga dengan mengenakan masker menjalani isolasi mandiri di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (22/6/2021). Foto: M Risyal Hidayat/Antara Foto
Kasus meninggal pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri mengalami peningkatan. Kurangnya edukasi menjadi salah satu penyebab kenapa orang-orang yang tengah isoman berakhir dengan kematian.
ADVERTISEMENT
Baru-baru ini, Organisasi Profesi yang terdiri dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengeluarkan Protokol tata laksana COVID-19 terbaru hasil revisi sebelumnya.
Dalam dokumen yang diterima kumparan, salah satu yang dijelaskan di dalamnya adalah cara penanganan isolasi mandiri untuk pasien corona tanpa gejala (OTG). Berikut panduannya:

a. Isolasi mandiri dan Pemantauan

  • Isolasi mandiri di rumah selama 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi, baik isolasi mandiri di rumah maupun di fasilitas publik yang dipersiapkan pemerintah,
  • Pasien dipantau melalui telepon oleh petugas Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP),
  • Kontrol di FKTP terdekat setelah 10 hari karantina untuk pemantauan klinis.
Ini Panduan Baru Isolasi Mandiri di Rumah untuk Pasien Covid Tanpa Gejala (58490)
searchPerbesar
Petugas merapikan ruang isolasi mandiri pasien COVID-19 di Graha Wisata Ragunan, Jakarta, Rabu (30/9). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

b. Non-farmakologis

Pasien
ADVERTISEMENT
  • Selalu menggunakan masker jika keluar kamar dan saat berinteraksi dengan anggota keluarga,
  • Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer sesering mungkin,
  • Jaga jarak dengan keluarga (physical distancing),
  • Upayakan kamar tidur sendiri/terpisah,
  • Menerapkan etika batuk (Diajarkan oleh tenaga medis),
  • Alat makan-minum segera dicuci dengan air/sabun,
  • Berjemur matahari minimal sekitar 10-15 menit setiap harinya (sebelum jam 9 pagi dan setelah jam 3 sore),
  • Pakaian yang telah dipakai sebaiknya dimasukkan dalam kantong plastik/wadah tertutup yang terpisah dengan pakaian kotor keluarga yang lainnya sebelum dicuci dan segera dimasukkan mesin cuci,
  • Ukur dan catat suhu tubuh 2 kali sehari (pagi dan malam hari),
  • Segera beri informasi ke petugas pemantau/FKTP atau keluarga jika terjadi peningkatan suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius.
ADVERTISEMENT
Lingkungan kamar
  • Perhatikan ventilasi, cahaya dan udara,
  • Membuka jendela kamar secara berkala,
  • Bila memungkinkan menggunakan APD saat membersihkan kamar (setidaknya masker, dan bila memungkinkan sarung tangan dan kacamata google),
  • Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer sesering mungkin,
  • Bersihkan kamar setiap hari, bisa dengan air sabun atau bahan disinfektan lainnya.
Keluarga
  • Bagi anggota keluarga yang berkontak erat dengan pasien sebaiknya memeriksakan diri ke FKTP/Rumah Sakit,
  • Anggota keluarga senantiasa pakai masker,
  • Jaga jarak minimal 1 meter dari pasien,
  • Senantiasa mencuci tangan,
  • Jangan sentuh daerah wajah kalau tidak yakin tangan bersih,
  • Ingat senantiasa membuka jendela rumah agar sirkulasi udara tertukar,
  • Bersihkan sesering mungkin daerah yang mungkin tersentuh pasien misalnya gagang pintu dan lain-lain.
Ini Panduan Baru Isolasi Mandiri di Rumah untuk Pasien Covid Tanpa Gejala (58491)
searchPerbesar
Wiranto (kanan) dengan masker di wajahnya berbincang bersama tetangganya dalam jarak aman di sekitar gubuk tempat isolasi mandirinya. Foto: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

c. Farmakologi atau pengobatan

  • Bila terdapat penyakit penyerta / komorbid, dianjurkan untuk tetap melanjutkan pengobatan yang rutin dikonsumsi. Apabila pasien rutin meminum terapi obat antihipertensi dengan golongan obat ACE-inhibitor dan Angiotensin Reseptor Blocker perlu konsultasi ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam atau Dokter Spesialis Jantung
  • Vitamin C dengan pilihan: Tablet Vitamin C non acidic 500 mg/6-8 jam oral (untuk 14 hari). Tablet isap vitamin C 500 mg/12 jam oral (selama 30 hari). Multivitamin yang mengandung vitamin C 1-2 tablet /24 jam (selama 30 hari). Dianjurkan multivitamin yang mengandung vitamin C,B, E, Zinc.
  • Vitamin D dengan pilihan: Suplemen: 400 IU-1000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, tablet effervescent, tablet kunyah, tablet isap, kapsul lunak, serbuk, sirup). Obat: 1000-5000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet 1000 IU dan tablet kunyah 5000 IU).
  • Obat-obatan suportif baik tradisional (Fitofarmaka) maupun Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang teregistrasi di BPOM dapat dipertimbangkan untuk diberikan namun dengan tetap memperhatikan perkembangan kondisi klinis pasien.
  • Obat-obatan yang memiliki sifat antioksidan dapat diberikan.
ADVERTISEMENT