kumparan
search-gray
Tekno & Sains9 Juli 2020 6:45

Ini 'Ular Penis', Hewan Langka Tanpa Alat Pernapasan dan Tanpa Mata

Konten Redaksi kumparan
Ini 'Ular Penis', Hewan Langka Tanpa Alat Pernapasan dan Tanpa Mata (992941)
Ular Penis (atretochoana eiselti) Foto: Matt Roper
Seekor 'ular' berwujud unik mengejutkan para pekerja yang sedang memperbaiki dam di Madeira River, Rondonia, Brasil, pada 2011 lalu. Hewan itu memiliki penampakan yang cukup aneh, tubuhnya mirip seperti alat kelamin pria.
ADVERTISEMENT
Sebut saja 'ular penis'. Total ada enam ular penis yang ditemukan kala itu, menurut ahli biologi Julian Tupan. Hewan ini diketahui hidup di dalam air namun tidak memiliki alat pernapasan, sehingga mereka bernapas menggunakan kulitnya.
Nama latinnya Atretochoana eiselti. Meski tampak seperti ular, ia sebenarnya bukan bagian dari reptil tapi masuk golongan hewan amfibi. Atretochoana eiselti punya habitat asli di sepanjang sungai Amazon, Amerika Selatan. Ular penis menjadi salah satu amfibi paling langka di dunia.
Ini 'Ular Penis', Hewan Langka Tanpa Alat Pernapasan dan Tanpa Mata (992942)
Ular Penis (atretochoana eiselti) Foto: Matt Roper
Atretochoana eiselti ini awalnya masuk dalam keluarga Typhlonectes. Namun, ahli meralatnya dan memasukkan hewan ini ke keluarga Potomotyphlus pada 1996.
Untuk ukuran tubuh, ular penis bisa memiliki panjang hingga 81 cm. Ukuran tubuh sepanjang itu membuat Atretochoana eiselti sering dikira ular oleh orang-orang yang melihatnya. Terlebih lagi, cara berjalan hewan unik ini juga sangat menyerupai ular.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan habitatnya, mahluk penghuni sungai Amazon ini juga tidak memiliki daya penglihatan. Hal ini bisa dilihat dari tidak adanya mata di kepala dan ia hidup di sungai Amazon yang airnya keruh. Oleh karena itu, Atretochoana eiselti mengandalkan indra penciumannya untuk mendeteksi keberadaan hewan lain di sekitarnya.
Ini 'Ular Penis', Hewan Langka Tanpa Alat Pernapasan dan Tanpa Mata (992943)
Ular Penis (atretochoana eiselti) Foto: Twitter
Hewan Atretochoana eiselti menjadi jenis satu-satunya dari keluarga caecilian (keluarga cacing) dalam ukuran raksasa. Hingga saat ini, para peneliti masih terus mempelajari hewan ini lebih lanjut. 
“Sungai Amazon adalah kotak kejutan jika kita bicara soal reptil dan amfibi. Masih banyak hal yang perlu dicari tahu,” kata Tupan, dilansir Daily Mail.
***
Saksikan video menarik di bawah ini:
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white