Ini yang Terjadi Setelah Tubuh Kita Digigit Lintah

8 Desember 2020 8:39 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Lintah Menempel di Tubuh Foto: EllWi via Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Lintah Menempel di Tubuh Foto: EllWi via Pixabay
ADVERTISEMENT
Lintah pernah bikin geger lomba ultramarathon di Kamboja beberapa waktu lalu. Lomba tersebut kebetulan tengah disaksikan oleh Jeremy Joslin, seorang dokter Unit Gawat Darurat di SUNY Upstate Medical University di Syracuse, New York, Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
Setelah acara selesai, para peserta ingin beristirahat di dekat sungai. "Setelah beberapa menit, terdengar suara teriakan," kata Joslin, seperti dikutip Popular Science.
Tidak lama kemudian, orang-orang berlarian kembali ke kemah mereka. Tubuh sejumlah orang ada yang dipenuhi oleh hewan penghisap darah, lintah. Esoknya, mereka mengalami pendarahan ringan.
Lintah memang seekor cacing yang haus darah. Mereka akan menempel pada korban dan menyedot darahnya. Terkadang, gigitan lintah bisa menyebabkan komplikasi serius.
Lintah mulai beraksi. Foto: Ochi Amanaturrosyidah/kumparan

Bagaimana Lintah Bisa Gigit dan Sedot Darah di Tubuh Manusia?

Tidak semua lintah menghisap darah. Lintah penghisap darah bisa ditemukan di daratan maupun di perairan. Lintah air bisa ditemukan di seluruh dunia. Sementara lintah darat bisa ditemukan di Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik, India, dan Amerika Selatan.
ADVERTISEMENT
Lintah air mencari mangsa dengan melihat bayangan di air atau ketika ada yang masuk ke dalam air, panas tubuh, dan juga dengan merasakan minyak tubuh atau keringat.
Sementara lintah darat akan menunggu mangsa di antara dedaunan. Mereka juga tertarik karena karbondioksida yang dihembuskan manusia, kata Sebastian Kvist, kurator invertebrata di Royal Ontario Museum di Toronto, Kanada.
Lintah memiliki dua alat penghisap. Salah satunya berada di sekitar mulut mereka yang memiliki tiga rahang. Sementara itu, ludahnya yang mengandung antikoagulan membuat darah yang mereka hisap tidak berhenti.
Lintah air bisa menghisap darah sepuluh kali berat badannya dan menyimpan darah tersebut untuk cadangan makanan selama setahun.
Lintah yang dijual untuk pengobatan. Foto: Ochi Amanaturrosyidah/kumparan

Lintah untuk Pengobatan

Namun, lintah juga punya kegunaannya. Contohnya, lintah (Hirudo medicinalis) yang bisa digunakan untuk pengobatan. Mereka menggunakan lintah untuk menghisap darah kotor.
ADVERTISEMENT
"Orang Eropa menyukai pengobatan dengan lintah di abad ke 17 dan 18. Mereka hampir membuat lintah punah," Joslin dan koleganya menulis di dalam jurnal Wilderness & Environmental Medicine.
Saat ini, pengobatan dengan menggunakan lintah jarang digunakan. Namun, lintah kadang digunakan untuk operasi, yaitu untuk mengembalikan aliran darah pada pembuluh yang rusak.
Lintah biasanya menyedot darah selama 20 sampai 30 menit hingga mereka jatuh. Pendarahan yang terjadi akibat gigitan lintah biasanya terjadi selama beberapa jam sampai beberapa hari.
Biasanya, pada orang yang cukup sehat dan hanya digigit satu ekor lintah, maka orang tersebut hanya akan mengalami pendarahan. Namun bila digigit lebih dari satu lintah, maka hal tersebut akan menjadi bahaya.
Penjual memperlihatkan lintah. Foto: Ochi Amanaturrosyidah/kumparan

Bahaya Gigitan Lintah

Seorang pria di Turki sampai harus ke UGD karena anemia setelah mengalami 130 gigitan lintah. Antikoagulan pada ludah lintah menjadikan darahnya tidak dapat menggumpal. Lintah juga dapat menyebarkan penyakit.
ADVERTISEMENT
"Lintah tidak memiliki sistem imun yang mensterilisasi perut mereka seperti manusia," kata Joslin. "Jadi, kalau lintah membawa bakteri dan menempel pada tubuh, maka bakteri dapat menyebar melalui luka di tubuh."
Lintah juga dapat memuntahkan darah berisi kuman ketika kita memaksanya agar lepas, baik itu dengan cara dipencet, dibakar, atau cara lainnya.
Bahkan, lintah untuk pengobatan juga bisa menyebarkan penyakit, seperti sifilis atau infeksi bakteri di kulit.
"Kamu tidak tahu binatang atau orang macam apa yang baru dihinggapi oleh lintah sebelumnya. Ia bisa saja terkena virus, bakteri, atau parasit," kata Joslin.
Virus HIV dan Hepatitis B pun pernah ditemukan pada lintah liar di Afrika. Meski begitu, Joslin tidak bisa mengkonfirmasi apakah mereka bisa menyebarkan kedua penyakit tersebut atau tidak.
Ariane Khomjani dan empat lintah pengisap darah peliharaannya. Foto: Ariane Khomjani via Instagram.

Melepas Gigitan Lintah

Kadang, lintah yang sudah menempel di kulit sulit dilepas. Tapi bukan tidak mungkin lintah menempel di tempat lain seperti mata, telinga, hidung, tenggorokan, uretra, rektum, bahkan vagina.
ADVERTISEMENT
Untuk menghentikan parasit itu menyedot darah, kamu bisa menggunakan kuku jari, ujung pisau, atau kartu kredit untuk masuk ke bawah mulutnya dan membuatnya berhenti menghisap. Jika sulit menjangkau ujung mulutnya, Joslin merekomendasikan menyiramnya dengan air asin.
"Air asin cukup untuk membuat lintah menjadi tidak nyaman dan menyebabkan ia lepas sendiri tanpa berbahaya," jelas Joslin.
Bersihkan area bekas gigitan dengan air dan sabun, lalu tutup dengan perban. Joslin bilang, korban gigitan lintah tidak perlu minum antibiotik untuk mencegah infeksi.