Iran Tuduh Negara Barat Gunakan Reptil Sebagai Mata-Mata

Hassan Firuzabadi, penasihat pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan Negara barat menggunakan reptil seperti kadal dan bunglon untuk memata-matai tambang uranium Iran.
Firuzabadi memberikan pernyataan ini sebagai respons terhadap penangkapan para pemerhati lingkungan setempat.
Kepada Iranian Labour News Agency (ILNA), pensiunan militer itu mengatakan pemerintah Iran melihat para environmentalis Iran itu mencoba memasuki negara tersebut dengan membawa sejumlah reptil sehingga menyebabkan kecurigaan bahwa Barat menggunakan teknik ini untuk memata-matai Iran.
Firuzabadi mengklaim kulit kadal bisa digunakan untuk mendeteksi gelombang atom.

Tapi apa benar kulit reptil punya kemampuan seperti itu?
“Kami tahu bahwa kulit reptil bisa menarik gelombang atom dan mereka itu mata-mata yang ingin tahu apa isi tambang uranium dan di mana kami melakukan penelitian atom di Republik Islam Iran,” kata Firuzabadi kepada ILNA, dikutip dari International Business Times.
Ia kemudian menambahkan, mata-mata selalu gagal.
Sebenarnya, para ilmuwan sendiri bingung dengan istilah gelombang atom, tapi mereka menduga maksud Firuzabadi adalah sinar gamma yang dihasilkan dari isotop radioktif ketika penambangan uranium dilakukan.
Sejumlah peneliti membantah kulit kadal bisa mendeteksi keberadaan gelombang tersebut.
“Ini benar-benar kebohongan,” kata profesor zoologi di University of Texas di Austin, AS, Erick Pianka, kepada Live Science.
Kulit kadal terbuat dari keratin, sama seperti kulit manusia. Dan kulit manusia tidak bisa mendeteksi radiasi.

Para ahli biologi juga mengatakan, tidak mungkin kadal mau masuk tambang uranium, bahkan sebagai makhluk berdarah dingin, kadal mungkin akan menjauh. Kadal lebih memilih tempat yang hangat untuk mengatur suhu tubuhnya.
“Klaim bahwa kadal bisa mendeteksi uranium dari apa yang sudah kami pelajari itu absurd,” kata Barry Sinervo, ahli biologi evolusi dari University of California, Santa Cruz, kepada Live Science.
Dan bila ada yang bisa membuktikan kadal bisa mendeteksi uranium, maka hal ini tentu bisa menjadi gebrakan luar biasa bagi ilmu pengetahuan.
