Kumparan Logo

Jamur Sebabkan Hewan Amfibi di Seluruh Dunia Terancam Punah

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Katak gunung liar berkaki kuning  Foto: AP
zoom-in-whitePerbesar
Katak gunung liar berkaki kuning Foto: AP

Sebelumnya, banyak yang percaya bahwa tikus dan kucing merupakan dua makhluk invasif paling merusak di Bumi. Anggapan ini didasarkan pada hasil-hasil survei yang menunjukkan kedua hewan itu berkontribusi besar terhadap kepunahan banyak spesies lain.

Akan tetapi, anggapan tersebut kini telah hampir terbantahkan, karena ada spesies yang lebih brutal bernama ilmiah Batrachochytrium dendrobatidis. Ia adalah jamur yang pada umumnya dikenal dengan sebutan Chytrid, yang selama 40 tahun terakhir telah memusnahkan banyak amfibi (khususnya katak).

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Dr. Lee Berger dan rekan-rekannya, Chytrid dinyatakan bertanggung jawab terhadap kepunahan 90 spesies katak dan menyebabkan penurunan populasi terhadap lebih dari 400 spesies lainnya. Data ini sekaligus menegaskan Chytrid telah mewakili kontribusi besar dalam kepunahan massal; berada dalam urutan ke-6 besar di Bumi.

Spesies amfibi yang terancam punah akibat jamur Foto: Scheele et al/Shutterstock

Hampir setengah dari total spesies yang terdampak oleh Chytrid hidup di Mesoamerika, namun peluang bertahan hidup spesies katak di sana jauh lebih baik daripada di Amerika Selatan. Secara asal-usul, jamur ini diduga berasal dari Asia; dengan spesies berukuran lebih besar dan yang hidup di lingkungan basah secara permanen dipastikan lebih menderita saat terkena dampaknya.

Bagi Dr Claire Foster, salah satu anggota tim peneliti dari Australian National University, jamur yang mengakibatkan penyakit sitridiomikosis (penyakit menular) pada amfibi tersebut juga memberikan ketakutan besar, apabila telah menyebar sampai ke Papua, yang merupakan pusat keanekaragaman amfibi.

Kondisi akan lebih buruk, jika menyerang spesies katak di Pegunungan Sierra Nevada de Santa Marta, Kolombia, di mana banyak spesies katak endemik dan berpenampilan unik.

Katak spesies baru, Astrobatrachus kurichiyana. Foto: S.P. Vijayakumar/George Washington University (CC BY 4.0)

Jadi, bagaimana bisa jamur yang berasal dari Asia ini menyebar luas ke seluruh dunia? Menurut Foster, hal ini dimulai oleh penularan dalam kandang perdagangan satwa liar ilegal, dengan spesimen pembawa jamur dari alam dikumpulkan dalam satu wadah bersama spesies lainnya.

Bahkan, tatkala wadah ini dicuci atau katak yang terjangkit telah mati, Chytrid dapat leluasa masuk ke pasokan air dan bisa bertahan hidup tanpa inang.

Untuk menghentikan ini, perlu dilakukan peningkatan keamanan biologis dan karantina. Sebab, seperti dilaporkan IFLScience, banyak katak bepergian ke tempat seluruh tempat di Bumi ini telah disimpan dalam wadah pengiriman yang sama dengan spesies lain.