Kumparan Logo

Jejak Kehidupan Misterius Ditemukan di Bawah Lapisan Es Antartika, Apa Itu?

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengeboran dilakukan di Antartika.  Foto: Sophie Berger/AWI
zoom-in-whitePerbesar
Pengeboran dilakukan di Antartika. Foto: Sophie Berger/AWI

Antartika sering dicitrakan sebagai gurun es nan tandus, sama tidak ramahnya dengan Death Valley di California. Namun, jauh di bawah es para peneliti berhasil menemukan kehidupan di benua yang beku, sebuah bukti ketangguhan organisme ekstremofilik.

Kehidupan itu ditemukan sekitar 200 meter di bawah lapisan Es Ekström, di perairan gelap gulita bersuhu -2 derajat Celcius. Di sana, sekitar 77 spesies hewan lumut disebut bryozoa dan cacing ditemukan. Adapun peneliti telah diterbitkan di jurnal Current Biology.

"Ini telah menambah spesies yang diketahui dari habitat yang paling tidak dikenal," kata David Barnes, ahli ekologi laut di British Antarctic Survey.

Karena lingkungan sulit diakses, untuk melihat ada apa di bawah lapisan es para peneliti harus membuat lubang di es menggunakan bor khusus. Setelah itu tim memasukkan kamera ke lubang tersebut. Mereka melakukan serangkaian penelitian termasuk penanggalan radiokarbon beberapa bryozoa dan bivalvia yang mereka temukan, untuk melihat berapa lama mereka hidup di sana.

Lembah McMurdo, Antartika Foto: Shutter stock

“Penanggalan karbon dari fragmen mati hewan dasar laut ini bervariasi, yang teruta hingga 5.800 tahun,” kata Gerhard Kuhn, seorang ilmuwan bumi di Alfred Wegener Institute di Bremerhaven, Jerman.

Bagaimana mereka bertahan hidup di lingkungan ekstrem adalah sesuatu yang sangat mengesankan. Beberapa mikroba hidup di patahan batuan yang mengendap di sedimen di bawah benua Antartika. Faktanya, organisme yang lebih besar juga mampu bertahan dalam kondisi lingkungan menantang, termasuk spons yang hidup 1 kilometer di bawah lapisan es Antartika.

Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari habitat yang tidak biasa ini. Banyak spesies kutub yang bisa mengatasi keterbatasan makanan, jadi meski permukaan lautan kutub memanas, mereka mungkin masih bisa bertahan hidup di perairan yang lebih dalam miskin makanan,”

- David Barnes, ahli ekologi laut di British Antarctic Survey -

Beberapa bryozoa yang ditemukan. Foto: Dave Barnes/BAS

Meski habitatnya tidak bisa diakses, namun lingkungan mereka bisa berubah seiring berjalannya waktu. Saat perubahan iklim menghangatkan planet bumi dan mempercepat laju pencairan lapisan es Antartika, habitat pedalaman yang gelap bisa dengan cepat berubah karena tergerus arus laut.

Bahkan jika pemanasan global terus terjadi tanpa bisa dihentikan, beberapa lokasi di Antartika bisa menjadi rumah yang ideal bagi makhluk fotosintesis yang dapat menyerap sinar matahari sehingga lingkungan unik di bawah lapisan es Ekström menghilang.

Sampai saat ini, hanya 1 meter persegi dari 1,6 juta kilometer persegi habitat yang benar-benar telah diamati, menyebabkan kekhawatiran beberapa keanekaragaman hayati di bawah Antartika mengalami kepunahan.

"Ini adalah tragedi besar bahwa salah satu habitat yang paling tidak dikenal di Bumi, terganggu dan hilang sebelum kita mengetahuinya," kata Barnes.