Jumlah Kematian Akibat Virus Corona di Amerika Serikat Tembus 1.000 Orang

Jumlah kematian akibat virus corona di Amerika Serikat pada Rabu (25/3) waktu setempat, tembus hingga 1.000 orang. Jumlah ini merupakan total dari 50 negara bagian yang melaporkan terjadinya lonjakan kasus penyakit COVID-19 yang terkonfirmasi.
Dilansir Fox News, saat ini New York menjadi pusat pandemi virus SARS-CoV-2 di AS, dengan lebih dari 280 orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan 20.000 orang positif virus corona. Bahkan, lebih dari satu perempat kematian di AS terjadi di kota tersebut.
Presiden AS, Donald Trump, telah menginstruksikan jajarannya untuk segera mengirim bantuan ke wilayah-wilayah pandemi. Para pemimpin senat berusaha mengatasi masalah ini dengan mengucurkan dana senilai 2 triliun dolar AS, khusus untuk menangani virus corona.
Menurut perhitungan yang dilakukan para peneliti dari Johns Hopkins University, angka kematian di seluruh dunia akibat COVID-19 hampir menyentuh 21.000 jiwa. Sedangkan jumlah kematian di AS naik menjadi 1.041 orang pada Rabu (23/3) dengan total jumlah yang terinfeksi mencapai 70.000 orang.
Mengingat semakin meningkatnya kasus virus corona di New York, Andrew M. Cuomo, Gubernur New York, telah melakukan langkah-langkah represif, dengan mengimbau masyarakat tinggal di dalam rumah, memberlakukan social distancing, menutup sekolah, dan membatasi perjalanan ke dan dari New York untuk menekan penyebaran virus corona.
Jumlah kasus COVID-19 di AS juga diperkirakan akan terus meningkat hingga dua kali lipat dalam kurun waktu 5 hari.
“Perkiraan ini mungkin tampak mustahil menjadi kenyataan. Tapi mengingat aktivitas warga yang cukup tinggi, virus dapat menyebar sangat cepat. Tetapi jika kamu mulai mengurangi aktivitas tersebut, mungkin kamu bisa mulai mengurangi penyebaran virus,” ujar Cuomo, seperti dikutip dari Fox News.
Dari total kasus virus corona yang terkonfirmasi di AS, 12 persennya dirawat di rumah sakit. Cuomo memprediksi, puncak pasien COVID-19 yang membutuhkan rawat inap akan terjadi tiga minggu lagi.
Sementara itu, Wali Kota Atlanta, Keisha Lance Bottoms, mengatakan fasilitas perawatan intensif di kota Georgia seluruhnya sudah penuh.
"Umpan balik yang saya terima saat berbicara dengan dokter ruang gawat darurat, ini hanya informasi yang dia berikan kepada saya, bahwa sementara masih ada tempat tidur tersedia di rumah sakit kami. Sedangkan unit ICU di seluruh kota sudah over-kapasitas,” ujar Bottoms kepada WGCL-TV.
“Inilah sebabnya kami mengimbau kepada masyarakat untuk diam di dalam rumah.”
