kumparan
Tekno & Sains6 Februari 2018 17:11

Kanker Ancam Mereka yang Suka Minum Teh Panas

Konten Redaksi kumparan
Minum teh panas.
Minum teh panas. (Foto: Skitterphoto/Pixabay)
Tak ada minuman yang bisa mengalahkan kenikmatan segelas teh atau kopi panas kala hujan turun mengguyur. Akan tetapi dalam sebuah studi terbaru ditemukan bahwa minum minuman terlampau panas dapat meningkatkan risiko kanker esofagus atau kanker kerongkongan.
ADVERTISEMENT
Dilansir Live Science, para peneliti di China menemukan bahwa mereka yang mengkonsumsi teh yang sangat panas, minum alkohol, dan merokok memiliki risiko lebih besar untuk terkena kanker esofagus dibanding mereka yang tidak.
Dalam hasil studi yang dipublikasikan di jurnal Annals of Internal Medicine itu tertulis risiko kanker pada mereka yang melakukan hal tersebut adalah lima kali lebih besar dibanding mereka yang tidak.
Studi ini menemukan, melakukan ketiga hal tersebut dapat meningkatkan risiko tumbuhnya karsinoma (jenis tumor) pada sel skuamosa di esofagus. Menurut American Cancer Society (ACS), karsinoma sel skuamosa adalah jenis yang paling sering ditemukan pada kanker esofagus di Amerika Serikat.
Meski demikian, mekanisme pasti bagaimana teh panas dapat meningkatkan risiko kanker esofagus masih belum diketahui secara pasti.
ADVERTISEMENT
Jun Lv, ahli epidemiologi di Peking University Health Science Center yang menjadi pemimpin studi ini, berpendapat bahwa mengkonsumsi cairan panas dapat mengakibatkan cedera pada sel di esofagus.
Pendapat Jun senada dengan pernyataan ACS. Menurut ACS, sering mengkonsumsi cairan panas dengan temperatur sekitar 65 derajat Celcius dapat meningkatkan risiko munculnya karsinoma sel skuamosa di bagian esofagus.
Jun juga menambahkan, perubahan pada bagian esofagus akibat panas juga dapat meningkatkan faktor risiko lain yang menjadi penyebab kanker esofagus. Hal-hal seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebih, dapat merusak DNA di sel esofagus.
Potret Rokok di Jakarta
Penjual rokok di Jakarta. (Foto: Reuters/Beawiharta)
Peminum Teh di China Jadi Bahan Studi
Para peneliti mempelajari data dari sekitar 456 ribu orang berusia 30 sampai 79 tahun di China. Yang diteliti adalah gaya hidup orang-orang di China, seperti seberapa banyak dan seberapa sering mereka mengkonsumsi teh.
ADVERTISEMENT
Lalu diamati pula bagaimana cara mereka menyiapkan teh serta jenis teh yang mereka minum. Selain itu, mereka juga ditanyakan mengenai temperatur teh yang biasa mereka minum.
Ilustrasi teh oolong
Ilustrasi teh oolong (Foto: Pixabay)
Teh Panas Bukan Penyebab Kanker
Meski para peneliti menemukan risiko lima kali lebih besar kanker esofagus pada mereka yang minum teh sangat panas, meminum banyak alkohol, dan merokok tembakau, Jun menjelaskan bahwa konsumsi rutin teh panas tidak memiliki hubungan dengan meningkatnya risiko kanker esofagus pada orang-orang yang tidak merokok dan tidak banyak minum alkohol.
Namun begitu, ia menambahkan bahwa bagi para peminum berat alkohol dan perokok, menghindari konsumsi teh terlalu panas dapat bermanfaat mencegah kanker esofagus.
Temuan ini menurut Jun juga dapat berlaku di negara lain selain China, selama individu yang bersangkutan memiliki kebiasaan merokok dan minum alkohol secara berlebihan. Meski begitu, Jun menekankan bahwa cara terpenting untuk mencegah kanker esofagus adalah dengan menghindari tembakau dan penggunaan alkohol secara berlebihan, bukan menghindari minum teh panas.
Minum teh panas
Minum teh panas. (Foto: Marc Rodriguez/Giphy)
ADVERTISEMENT
Kelemahan Studi
Menurut tim studi, salah satu kelemahan dari riset ini adalah para peneliti bergantung pada informasi yang dilaporkan oleh para peserta studi itu sendiri. Ada kemungkinan konsumsi jenis makanan atau minuman sangat panas lainnya juga berkontribusi pada hasil yang diobservasi. Artinya ada kemungkinan bahwa teh sangat panas bukanlah satu-satunya pelaku penyebab kanker tersebut.
Temuan dari studi ini sebaiknya tidak menjadi alasan untuk menghindari teh atau minuman bermanfaat lainnya. Minuman-minuman dari alam seperti kopi dan teh dapat dikonsumsi dalam suhu hangat, tidak pada temperatur yang dapat menyebabkan kanker esofagus.
Intinya, ada baiknya untuk menunggu minuman atau makanan untuk agak mendingin atau tak terlalu panas sebelum mengkonsumsinya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan