kumparan
7 Desember 2019 16:07

Kawin dengan Jenis Lain, Ikan Afrika Ini Lahirkan Spesies Baru

Ikan
Ilustrasi ikan Cichlids. Foto: pixabay/Orum
Berawal dari salah memilih pasangan, populasi ikan Cichlids di Afrika justru menciptakan 40 spesies baru. Hal ini terungkap dari hasil penelitian Universitas Cambridge terhadap ikan Cichlids betina yang kerap kawin dengan spesies lain.
ADVERTISEMENT
Studi tersebut dilakukan dalam periode 10 tahun terhadap ikan cichlids di dua danau air tawar di Afrika. Selama periode itu, mereka menemukan setidaknya 40 spesies baru ikan Cichlids di Danau Mweru, hasil kawin silang antar spesies berbeda.
Mulanya, peneliti melakukan analisis DNA terhadap lebih dari 400 ikan Cichlids. Secara mengejutkan, hasil analisis memperlihatkan sejumlah ikan berlainan gen satu sama lain, di luar yang pernah dicatat oleh para ilmuwan.
Ikan
Salah satu jenis ikan Cichlids. Foto: commons.wikimedia.org
“Ini bisa jadi karena ketika danau terbentuk, airnya sangat keruh dan mereka tidak dapat melihat warna dengan benar, sehingga ikan betina tidak selektif memilih pasangan di lingkungan baru mereka,” kata ahli biologi evolusi, Joana Meier, seperti dikutip Fox News.
Secara keragaman, karakteristik ikan Cichlids tergolong sangat kaya, baik dari segi warna, bentuk, dan ukuran tubuh. Oleh karenanya, ikan ini kerap jadi pilihan kolektor ikan hias. Keunggulan ini juga yang menjadi penyebab ikan betina salah mengenali pejantan di luar spesiesnya. Terlebih kondisi habitat mereka di danau yang keruh dapat memperburuk penglihatan si betina.
Ikan
Ikan Cichlids yang memiliki warna merah di tubuhnya. Foto: pixabay/Modman
“Perkawinan antara Cichlids dengan sistem drainase yang berbeda menghasilkan keturunan yang sangat beragam dengan menggabungkan sifat genetik kedua spesies,” lanjut Meier.
ADVERTISEMENT
Ia menambahkan, kemunculan spesies baru ikan Cichlids ini termasuk yang paling beragam secara ekologis, dan menyebut fenomena ini sebagai “radiasi”. Tentu saja, ledakan spesies seperti yang terjadi pada ikan Cichlids dipandang ilmuwan sebagai hal yang positif bagi biodiversitasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan