Kelelawar Bisa Keluarkan Geraman Mirip Vokalis Death Metal, Buat Apa?

Penggemar musik death metal baru saja punya maskot baru, dia adalah kelelawar. Studi mengungkapkan bahwa hewan ini bisa menggetarkan lipatan di laring mereka dengan cara yang mirip vokalis death metal saat membuat suara.
Raungan yang dikeluarkan kelelawar diduga digunakan untuk berkomunikasi. Belum jelas komunikasi apa itu. Namun, ini menandakan bahwa hal yang sama bisa terjadi pada hewan-hewan dengan ekolokasi ultrasonik.
Baik teriakan death metal maupun penyanyi yang mengandalkan suara tenggorokan sama-sama menggunakan anatomis yang dikenal sebagai lipatan vokal palsu untuk menciptakan suara dengan osilasi. Hal ini tidak digunakan oleh penyanyi yang melantunkan lagu-lagu klasik atau musik pop.
Penulis utama studi penelitian, Jonas Håkansson, mengatakan Ketika manusia membiarkan geraman death metal keluar, mereka akan menggerakan lipatan vokal palsu sehingga suara terombang-ambing, membuatnya terdengar berat dan bergetar pada frekuensi yang sangat rendah.
Untuk melihat apa yang terjadi pada pita suara kelelawar, studi baru ini mencoba melihat lebih dekat anatomi tenggorokan hewan tersebut.
"Kami telah mendokumentasikan membran vokal ini secara langsung untuk pertama kalinya," jelas Håkansson sebagaimana dikutip IFL Science.
"Untuk menunjukkan getarannya, kami perlu memfilmkan dengan kecepatan yang sangat tinggi, hingga 250.000 frame per detik. Kami melihat banyak adaptasi di laring, yang menurut kami adalah bertanggung jawab atas kemampuan kelelawar untuk melakukan panggilan frekuensi sangat tinggi dengan sangat cepat, sehingga mereka dapat menangkap serangga saat terbang.”
Selain melakukan panggilan frekuensi tinggi, kelelawar mampu mengeluarkan suara dengan rentang vokal hingga 7 oktaf, menempatkan keterampilan mereka di atas vokal Homo sapiens.
Itu luar biasa. Kebanyakan mamalia memiliki jangkauan 3-4 oktaf, dan manusia sekitar 3 oktaf,"
- Profesor Coen Elemans, Departemen Biologi di University of Southern Denmark -
"Beberapa penyanyi manusia dapat mencapai kisaran 4-5 oktaf, tapi jumlahnya sangat sedikit. Contoh terkenal adalah Mariah Carey, Axl Rose, dan Prince. Ternyata kelelawar melampaui kisaran ini dengan menggunakan struktur berbeda di laring mereka."
Adapun soal apa gunanya kelelawar mengeluarkan suara sekencang ini, sulit untuk mengetahuinya. Pengamatan perilaku geraman death metal kelelawar dilakukan saat mereka kembali ke sarang. Ini mengindikasikan bahwa suara dikeluarkan agar kelelawar lain tidak menghalangi.
"Beberapa tampak agresif, beberapa mungkin merupakan ekspresi jengkel, dan beberapa mungkin memiliki fungsi yang sangat berbeda. Kami belum tahu," kata ahli biologi dan kelelawar Lasse Jakobsen dari University of Southern Denmark.
