Kumparan Logo

Kenali Gejala Cacar Monyet, Cara Mencegah dan Pengobatannya

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Cacar Monyet (Monkeypox) pada Anak. Foto: MIA Studio/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cacar Monyet (Monkeypox) pada Anak. Foto: MIA Studio/Shutterstock

Cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan oleh virus cacar monyet, patogen yang terkait erat dengan virus variola, penyebab penyakit cacar. Infeksi cacar monyet dan cacar memicu gejala yang sama, tetapi cacar monyet cenderung jauh lebih ringan jika dibandingkan.

Virus cacar monyet termasuk dalam genus Orthopoxvirus dalam keluarga virus Poxviridae . Virus lain dalam genus Orthopoxvirus termasuk virus yang menyebabkan variola (cacar), cacar sapi dan cacar unta, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau otoritas pengendalian penyakit di AS.

Menurut WHO, ada dua kelompok taksonomi yang terkait secara genetik dari virus cacar monyet. Kelompok atau klad Afrika Barat dan klad Cekungan Kongo (juga disebut klad Afrika Tengah).

Bukti menunjukkan bahwa klad Cekungan Kongo lebih mungkin menyebabkan penyakit parah dan fatal, dan juga mungkin lebih menular, daripada klad Afrika Barat.

Cacar monyet pertama kali ditemukan pada tahun 1958, ketika monyet laboratorium di Statens Serum Institute di Kopenhagen, Denmark, terserang penyakit seperti cacar, menurut WHO. Kasus pertama pada manusia diidentifikasi pada tahun 1970 pada seorang anak laki-laki berusia 9 bulan yang tinggal di Republik Demokratik Kongo.

Terlepas dari nama virusnya, monyet dan primata lainnya kemungkinan bukan inang utama patogen, meskipun ini masih perlu dikonfirmasi. Hewan pengerat dianggap sebagai reservoir alami untuk virus cacar monyet di alam liar. Meskipun primata, termasuk manusia, rentan terhadap virus, mereka adalah inang insidental, yang berarti mereka dapat terinfeksi tetapi tidak berfungsi sebagai "reservoir" konstan untuk virus.

Di antara hewan pengerat Afrika, infeksi cacar monyet telah didokumentasikan pada tupai hingga tikus berkantung. Pada 2003, para ilmuwan mengetahui bahwa anjing padang rumput juga rentan terhadap infeksi cacar monyet, setelah anjing padang rumput di AS tertular virus tersebut.

Sebuah gambar yang dibuat selama penyelidikan wabah cacar monyet, yang terjadi di Republik Demokratik Kongo (DRC), 1996 hingga 1997, menunjukkan tangan seorang pasien dengan ruam akibat cacar monyet. Foto: Reuters

Cacar monyet beredar di beberapa negara Afrika Tengah dan Barat, yang berarti ini penyekit endemik di daerah tersebut, meliputi Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Nigeria, Republik Afrika Tengah, Kamerun, Pantai Gading, Gabon, Liberia, Sierra Leone, dan Sudan.

Wabah cacar monyet tahun 2003 di AS menandai pertama kalinya kasus cacar monyet pada manusia dilaporkan di luar Afrika, kata CDC. Antara tahun 2003 dan 2022, kasus cacar monyet telah dilaporkan secara sporadis di negara-negara non-endemik - termasuk Inggris, Israel, dan Singapura - tetapi sebagian besar kasus ini terkait dengan perjalanan ke negara endemik atau paparan hewan impor dari negara endemik.

Kemudian, pada 2022, cacar monyet mulai menyebar di negara-negara non-endemik pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kasus pertama terdeteksi di London pada bulan Mei, dan pada pertengahan Juli, lebih dari 16.000 kasus telah dilaporkan di 75 negara dan wilayah. Skala penyebarannya mendorong WHO menyatakan wabah itu sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Gejala Cacar Monyet

Masa inkubasi cacar monyet –atau waktu yang diperlukan untuk mengembangkan gejala setelah terpapar– kira-kira satu hingga dua minggu. Biasanya, infeksi cacar monyet dimulai dengan gejala seperti berikut ini:

  • Flu

  • Demam

  • Sakit kepala

  • Nyeri otot

  • Kelelahan

  • Pembengkakan kelenjar getah bening; pembengkakan ini dapat muncul di beberapa lokasi, seperti leher dan ketiak.

Kemudian, ruam "cacar" yang khas mulai muncul, biasanya di sekitar wajah dan di rongga mulut, dan kemudian, di ekstremitas, termasuk telapak tangan dan telapak kaki. Ruam ini dapat menyerupai yang disebabkan oleh virus Varicella zoster yang menyebabkan cacar air, dan juga dapat terlihat seperti yang disebabkan oleh infeksi menular seksual tertentu, seperti sifilis dan herpes.

Ruam cacar monyet berkembang melalui beberapa tahap, dimulai sebagai bercak kulit yang berubah warna dan kemudian membentuk benjolan, lepuh, dan jerawat besar berisi nanah yang akhirnya menjadi koreng dan rontok.

Dalam kasus cacar monyet yang parah menurut WHO, ruam kulit yang terpisah dapat menyatu untuk membentuk satu lesi besar yang menyebabkan sejumlah besar kulit mengelupas sekaligus.

Pada wabah tahun 2022, beberapa gejala pasien cacar monyet menyimpang dari pola normal. Beberapa pasien mengalami gejala seperti flu setelah ruam kulit mereka atau tidak mengalami gejala flu sama sekali, menurut laporan CDC.

Cacar Monyet (Mongkeypox) membentuk ruam di kulit layaknya penyakit cacar. Foto: UKHSA

Beberapa pasien awalnya mengalami ruam di sekitar alat kelamin dan anus, dan lesi kulit ini menyebabkan gejala peradangan yang menyakitkan dan pendarahan dubur. Kadang-kadang, pasien mengalami ruam dalam berbagai tahap perkembangan di tempat tubuh yang sama, yang tidak biasa.

Dalam kebanyakan kasus, gejala cacar monyet tetap cukup ringan dan sembuh dalam dua hingga empat minggu. Namun, beberapa kelompok -termasuk anak-anak di bawah 8 tahun, orang dengan sistem kekebalan yang lemah atau riwayat eksim, dan orang yang sedang hamil atau menyusui- menghadapi risiko lebih besar terkena infeksi cacar monyet daripada masyarakat umum.

Cara Mencegah Penularan Cacar Monyet

  • Hindari kontak kulit ke kulit dengan orang yang memiliki ruam seperti cacar monyet

  • Jangan menyentuh ruam atau koreng penderita cacar monyet

  • Jangan mencium, memeluk, atau berhubungan seks dengan seseorang yang menderita cacar monyet

  • Jangan berbagi peralatan makan atau minum dengan orang yang menderita cacar monyet

  • Sering cuci tangan dengan air dan sabun, atau gunakan hand sanitizer

  • Di Afrika Tengah atau Afrika Barat, hindari kontak dengan hewan yang dapat menyebarkan virus cacar monyet, termasuk hewan pengerat dan primata, dan hewan yang sakit atau sudah mati.

Pengobatan Cacar Monyet

Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Mohammad Syahril, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada terhadap penyebaran cacar monyet.

Ia menjelaskan meski cacar monyet sangat menular, penyakit tersebut dapat sembuh dengan sendirinya dan kasus pasien dirawat di rumah sakit dari seluruh negara yang telah terinfeksi hanya sekitar 10 persen saja.

Cacar monyet ini bisa sembuh sendiri setelah 2 hingga 4 minggu pasca masa inkubasi selesai.

- Mohammad Syahril, Jubir Kemenkes -

CDC mengatakan penggunaan obat antivirus pada pasien umumnya terbukti mampu mengobati cacar monyet. Beberapa jenis obat antivirus itu di antaranya Tecovirimat, Cidofovir, dan Brincidofovir. Pada kasus berat, penggunaan vaksin Immunoglobulin (VIG) bahkan telah direkomendasikan oleh WHO.

WHO mengingatkan agar penderita cacar monyet cukup membiarkan luka ruam hingga kering atau dapat melindunginya dengan kasa pembalut. WHO juga menyarankan penderita tidak menyentuh luka secara langsung, terutama pada area mulut dan mata.