Kumparan Logo

Kenali Sindrom 'Gempa Khayalan' di Otak Manusia Setelah Gempa Besar

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi gempa (Foto: Wikimedia Commons)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gempa (Foto: Wikimedia Commons)

Pernahkah kamu merasakan gempa yang sangat dahsyat? Ketika gempa sudah berhenti, apakah kamu merasa seperti ada gempa susulan, namun sebenarnya itu tidak ada?

Kalau kamu pernah mengalami hal macam ini, ada kemungkinan kamu mengalami "phantom quake syndrome" atau gempa khayalan.

Phantom quake syndrome adalah saat di mana kamu merasa seperti masih ada guncangan dan kepala terasa pusing setelah gempa besar terjadi. Bagi orang-orang yang mengalami trauma setelah gempa besar, mereka bahkan bisa merasa gemetaran, panik, dan kaki terasa lemas terus menerus setelah terjadi gempa.

Menurut Dr. Daniel Glaser, Kepala Science Gallery di King’s College, London, hal ini normal terjadi setelah seseorang mengalami gempa besar. Itu terjadi karena otak yang sempat 'terganggu' akibat guncangan.

Gempa khayalan sama halnya dengan "sea legs," saat di mana seseorang merasa terus bergoyang ketika berada di darat setelah menaiki perahu di laut.

Otak akan bekerja menerima sinyal pergerakan kita, baik itu dari mata, kaki, maupun telinga. Bila kita bergerak, motor cortex, bagian dari otak yang mengatur gerakan tubuh kita, akan bereaksi. Dan bila kita bergerak tiba-tiba, misalnya terjatuh, motor cortex akan 'terkejut', karena tidak menyadari adanya jalan yang tidak rata sehingga mengganggu keseimbangan kita dan kita akan terjatuh.

Ilustrasi pusing disertai mata kabur. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pusing disertai mata kabur. (Foto: Thinkstock)

Begitu juga ketika mengalami gempa bumi, selama sesaat otakmu akan ikut terguncang sehingga keseimbanganmu ikut terganggu. Selain pada otak, keseimbangan juga diatur di telinga bagian dalam. Bila telingamu mengalami goncangan, maka kamu akan merasakan pusing dan kehilangan keseimbangan.

Perasaan seperti adanya guncangan bisa terjadi kapan saja, bahkan ketika kamu sedang duduk, dan tiba-tiba kamu merasa seperti ada gempa. Pada beberapa orang, phantom quake dapat menyebabkan kepanikan karena takut ada gempa susulan.