Kumparan Logo

Ketika Turis Tak Sadar Pegang Salah Satu Hewan Paling Beracun di Dunia

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi gurita cincin biru (Hapalochlaena maculosa). (Foto: Sylke Rohrlach via Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0))
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gurita cincin biru (Hapalochlaena maculosa). (Foto: Sylke Rohrlach via Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0))

Penampakannya memang unik dan terlihat lucu. Namun Gurita cincin biru dari genus Hapalochlaena adalah salah satu hewan paling beracun di dunia.

Meski begitu, seorang turis di Australia, entah karena tidak tahu atau tidak peduli, memegang langsung gurita tersebut dengan tangan kosong.

Kejadian itu direkam dan diunggah di Tik Tok oleh si turis, yang asal usul serta namanya tidak diketahui. Gurita cincin biru sebenarnya adalah hewan yang agresif. Gurita itu banyak ditemukan di daerah Australia Barat dan Tasmania Utara.

"Racunnya 1.000 kali lebih kuat dibanding sianida, dan gurita berukuran bola golf ini menyimpan racun yang cukup untuk membunuh 26 manusia dalam hitungan menit," jelas Ocean Conservancy, komunitas konservasi lautan, dikutip dari IFL Science.

video youtube embed

Celakanya, menurut organisasi Barrier Reef Australia, sengatan gurita ini bisa menembus baju renang dan bisa terjadi tanpa disadari. Mereka menambahkan bahwa sengatan bisa terjadi ketika si gurita merasa terancam atau diganggu.

Racun yang terkandung di saliva gurita mengandung neurotoksin atau racun saraf yang sama ditemukan pada ikan buntal. Racun ini bekerja dengan menghalangi sinyal saraf di seluruh tubuh sehingga mengakibatkan mati rasa pada otot, mual-mual, gangguan penglihatan, dan kehilangan kemampuan motorik atau lumpuh.

Kelumpuhan akan menyebabkan tubuh berhenti bernapas hal ini bisa mengakibatkan kegagalan sistem pernapasan dan kematian akibat sesak napas. Ngerinya, korban sengatan biasanya menyadari apa yang terjadi pada tubuhnya namun tidak bisa memberikan respons.

Ilustrasi gurita cincin biru (Hapalochlaena maculosa). (Foto: Elias Levy via Wikimedia Commons (CC BY-SA 2.0))
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gurita cincin biru (Hapalochlaena maculosa). (Foto: Elias Levy via Wikimedia Commons (CC BY-SA 2.0))

Sejauh ini belum diketahui adanya penawar bagi racun gurita cincin biru. Tapi memberikan korban napas buatan dan pijat jantung bisa membantu menyelamatkan korban sampai racunnya menghilang.

"Orang itu beruntung bisa tetap hidup. Saya menyarankan agar orang-orang tidak menyentuh hewan apa pun saat berada di pantai," ujar Molly Zaleski, ahli biologi kelautan, kepada IFL Science. "Mereka mungkin terlihat lucu dan menggemaskan, tapi tetap saja memegang mereka berisiko tinggi," tambah dia.

Ilustrasi gurita cincin biru (Hapalochlaena maculosa). (Foto: Sylke Rohrlach via Wikimedia Commons (CC BY-SA 2.0))
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gurita cincin biru (Hapalochlaena maculosa). (Foto: Sylke Rohrlach via Wikimedia Commons (CC BY-SA 2.0))

Zaleski mengatakan bahwa hewan laut lebih baik diamati dari kejauhan. Pasalnya kita tidak yang bisa mengetahui apakah mereka bisa membahayakan kita atau tidak.

"Kalau hewan itu benar-benar kelihatan keren dan Anda berada di posisi yang aman, coba ambil foto atau video. Nikmati interaksi itu, selanjutnya biarkan saja hewan-hewan itu," kata Zaleski.

"Ketika di rumah mungkin kamu bisa mengidentifikasi hewan yang berhasil kamu foto dan menyadari betapa beruntungnya kamu tidak menyentuhnya," imbuh dia.