Kisah Baran, Simpanse yang Dikucilkan dan Dipukuli Kawanannya Sampai Mati
·waktu baca 3 menit

Seekor simpanse yang dibesarkan di penangkaran dan dipindahkan ke kebun binatang untuk belajar bagaimana bertindak seperti simpanse justru dipukuli hingga tewas oleh sesamanya saat mencoba berinteraksi.
Kera betina berusia 4 tahun bernama Baran, dipindahkan dari Kebun Binatang Eram di Iran ke Suaka Simpanse Sweetwaters di Kenya pada pertengahan Agustus 2021 lalu. Tempat baru Baran berada di Ol Pejeta Conservancy, wilayah dengan luas mencakup 354 km persegi di Laikipia County.
Menurut sebuah pernyataan yang di-posting di akun Facebook Ol Pejeta Conservancy, kedatangan Baran menjadi pertemuan yang tak terduga bagi beberapa simpanse lain, yang bereaksi agresif kepadanya.
Para penjaga suaka dengan cepat turun tangan untuk menghentikan agresi. Namun, dalam waktu singkat, Baran telah menderita luka parah dan segera memerlukan perawatan medis serius,"
- Ol Pejeta Conservancy -
"Meski ada upaya untuk menyelamatkan hidupnya, dia akhirnya menyerah karena cedera.”
Baran lahir pada 2017 di pusat margasatwa terbesar di Teheran. Sejak lahir, hidupnya sudah bermasalah. Ibunya gagal menjalin hubungan dengan Baran, ia bahkan tidak diterima oleh simpanse lain di kebun binatang.
Setelah ibunya mati, Baran harus hidup sendirian di kandang untuk melindunginya dari serangan kera lain. Pemindahan Baran ke cagar alam Kenya adalah hasil kerjasama antar pihak Ol Pejeta Conservancy, Kebun Binatang Eram, Dinas Margasatwa Kenya, pejabat kedutaan Iran dan organisasi kesejahteraan hewan.
Ketika baru pertama kali dipindahkan, Baran mesti menjalani karantina selama 90 hari sebagai aturan yang telah diterapkan oleh pihak margasatwa Kenya. Selama waktu tersebut, Baran akan dirawat oleh manusia sampai ia benar-benar sehat.
“Baran berhasil menyelesaikan masa karantinanya, dan telah dipindahkan dari kandang karantina ke rumah Simpanse utama di mana dia sedang mencoba beradaptasi dengan lingkungan baru. Dia berada pada tahap utama adaptasi dengan melihat simpanse lain dari kejauhan,” Ol Pejeta Conservancy.
Tahap ini dilakukan untuk membantu simpanse membiasakan atau berkenalan satu sama lain sampai ikatan terbentuk untuk memungkinkan tahap adaptasi berikutnya. Namun, Baran justru melanggar jarak aman dan melakukan kontak fisik dengan simpanse lain. Baran dipukuli hingga akhir mati.
“Sementara simpanse berada di ruangan terpisah dari Baran, ada bagian celah kecil di dinding yang bisa mempertemukan mereka. Di antara celah kecil inilah kontak fisik terjadi dengan beberapa simpanse lain,” kata pihak konservasi.
Dengan adanya kejadian ini, Ol Pejeta Conservancy akan memperketat prosedur dan protokol keamanan. “Kami sangat sedih telah kehilangan Baran karena dia mestinya siap menjadi anggota muda dari keluarga 34 simpanse yang lebih tua yang tinggal di dalam suaka,” kata mereka.
