Kisah Tragis Orang Terakhir yang Meninggal karena Penyakit Cacar
·waktu baca 3 menit

Pada 1970-an, cacar pernah menjadi penyakit mematikan, menewaskan ratusan orang, hingga menjadi mimpi buruk bagi siapa saja yang mengidapnya. Belum adanya vaksin dan ketersediaan obat membuat penyakit ini semakin menggila dan tak bisa dikendalikan.
Bagaimana tidak, 30 persen orang yang terinfeksi cacar berakhir pada kematian. Namun, berkat program vaksinasi global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan penyakit tersebut berhasil diberantas pada 1979.
Salah satu kisah kelam wabah cacar dialami oleh orang yang terakhir meninggal akibat penyakit tersebut adalah Janet Parket. Parker merupakan seorang fotografer medis yang bekerja di Birmingham medical School, Inggris. Dia terinfeksi virus variola--virus penyebab penyakit cacar-- tak lama setelah menggunakan telepon, dengan tubuhnya tiba-tiba mulai merasa sakit.
Awalnya Parker didiagnosis terserang flu. Namun, seiring berjalannya waktu, bintik-bintik mulai muncul di kulitnya. Hasil pemeriksaan lebih lanjut Parker didiagnosis terinfeksi cacar air.
Usut punya usut, di dekat Parker menggunakan telepon, ternyata terdapat laboratorium tempat sampel virus cacar disimpan. Laboratorium itu ada di bawah kendali Profesor Henry Bedson. Bedson merupakan seorang peneliti cacar yang berfokus pada penelitian tentang apakah cacar akan tetap menjadi masalah setelah berhasil diberantas.
WHO sebenarnya telah mengunjungi laboratorium itu dan menilai lab kurang steril. Namun, mereka membiarkan Bedson untuk melanjutkan pekerjaannya, dengan syarat dilakukan perbaikan dan lab ditutup dalam waktu enam bulan.
Ternyata benar, lab yang kurang steril justru mencelakai orang. Parker lah yang terkena sialnya. Dia menggunakan telepon yang sudah terkontaminasi strain mematikan yang dikenal sebagai Abid. Strain ini berasal dari bocah laki-laki berusia 3 tahun yang diisolasi di tempat tersebut.
Strain lolos lewat saluran udara dan menuju ke tempat Parker menggunakan telepon. Dia terpapar, mengalami bintik di sekujur tubuhnya. Parker diisolasi bersama keluarganya yang juga terinfeksi cacar, termasuk ibunya. Namun sayang, Parker tidak bisa diselamatkan, ia meninggal dunia tak lama setelah dilarikan ke rumah sakit.
Sementara Professor Henry Bedson meninggal bunuh diri sebelum kematian Parker dikonfirmasi. Bedson mungkin merasa bertanggung jawab atas kematian Parker, membiarkan Parker terinfeksi oleh penyakit yang dia basmi.
Saya menyesal telah menyia-nyiakan kepercayaan yang telah diberikan oleh banyak teman dan kolega saya,”
- Profesor Henry Bedson, peneliti cacar -
Bedson percaya, virus telah lolos dari laboratoriumnya sehingga menginfeksi Parker. Sementara ibu parker berhasil selamat karena dia hanya mengalami gejala ringan. Setahun kematian Parker, cacar dinyatakan hilang di seluruh dunia.
Setelah dunia terbebas dari cacar, semua sampel virus cacar di laboratorium dimusnahkan atau memindahkannya ke laboratorium yang lebih aman, satu lab di AS satu lagi di Rusia, di mana sampel terakhir virus cacar masih ada hingga hari ini.
