Kodok Monster Seberat 2,7 Kilogram Ditemukan, Ini Penampakannya

23 Januari 2023 10:07 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kodok tebu di Australia.  Foto: Queensland Department of Environment and Science/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Kodok tebu di Australia. Foto: Queensland Department of Environment and Science/AFP
ADVERTISEMENT
Penjaga taman nasional di Coastal Park, Australia, berhasil menemukan kodok monster seberat 2,7 kilogram. Sayang, mereka terpaksa harus membunuh spesies kodok tebu tersebut karena dianggap sebagai hewan invasif.
ADVERTISEMENT
Kodok yang dijuluki 'Toadzilla' itu terlihat merayap melintas jalur mobil, memaksa petugas berhenti saat mengemudikan kendaraannya di Coastal Park, Taman Nasional Conway Queensland, Australia.
“Saya mengulurkan tangan dan meraih kodok tebu dan tidak percaya betapa besar dan beratnya itu,” kata Kylee Gray, penjaga di taman nasional tersebut, sebagaimana dikutip Science Alert. “Kodok tebu seukuran itu akan memakan apa saja yang bisa masuk ke mulutnya, dan itu termasuk serangga, reptil, dan mamalia kecil.”
Kodok tebu pertama kali datang ke Queensland pada 1993. Amfibi itu dibawa untuk mengendalikan kumbang tebu dengan konsekuensi bisa mengancam hewan liar yang ada di sana.
Kodok tebu seberat 2,7 kilogram. Foto: Queensland Department of Environment and Science/AFP
Dengan berat 2,7 kilogram –hampir setara dengan berat bayi yang baru lahir, kodok ini kemungkinan menjadi pemecah rekor sebagai kodok terberat yang pernah ditemukan di Australia, menurut Departemen Lingkungan dan Ilmu Pengetahuan Queensland dalam sebuah pernyataan.
ADVERTISEMENT
Kodok digambarkan sebagai monster karena ukuran dan bentuknya yang mengerikan, berwarna cokelat dengan tubuh dipenuhi dengan bintik-bintik seperti kerikil. Kini, bangkai kodok akan diawetkan dan dipajang di museum.
Adapun usia kodok belum diketahui. Namun amfibi tersebut bisa hidup hingga 15 tahun lamanya. Kodok tebu betina bisa menghasilkan telur hingga 30.000 buah dalam satu musim dan mereka sangat beracun, bisa menyebabkan kepunahan pada beberapa predator.