Kumparan Logo

Korea Selatan Luncurkan Misi Satelit Bulan Pertama, Namanya ‘Danuri’

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Korea luncurkan satelit bulan pertama menggunakan roket SpaceX, dari Cape Canaveral Space Force Station pada 4 Agustus kemarin. Foto: AP/John Raoux
zoom-in-whitePerbesar
Korea luncurkan satelit bulan pertama menggunakan roket SpaceX, dari Cape Canaveral Space Force Station pada 4 Agustus kemarin. Foto: AP/John Raoux

Korea Selatan, melalui agensi luar angkasanya Korea Aerospace Research Institute (KARI), meluncurkan wahan Bulan pertamanya bernama ‘Danuri’ yang berarti ‘Bulan’ dan ‘menikmati’. Misi ini bertugas meneliti permukaan Bulan, sekaligus membuka jalan untuk misi wahana pendaratan satelit Bumi selanjutnya yang direncakan meluncur 2030.

Danuri menunggangi roket SpaceX, meluncur dari Cape Canaveral Space Force Station, Florida, AS, pada 4 Agustus 2022 lalu. Ini adalah misi luar angkasa Korea Selatan pertama yang menjelajah luar angkasa di luar Orbit Rendah Bumi (LEO).

"Kami juga mempertimbangkan untuk menggunakan Bulan sebagai pos terdepan untuk eksplorasi luar angkasa," kata Kwon Hyun-joon, direktur jenderal luar angkasa dan energi nuklir di Kementerian Ilmu Pengetahuan Korea Selatan, kepada The New York Times.

Meskipun kami berharap untuk menjelajahi Bulan itu sendiri, kami juga menyadari potensinya untuk bertindak sebagai dasar untuk eksplorasi luar angkasa lebih lanjut seperti Mars dan setelahnya.

- Kwon Hyun-joon, direktur jenderal luar angkasa dan energi nuklir di Kementerian Ilmu Pengetahuan Korea Selatan -

Danuri tidak langsung tancap gas ke Bulan. Wahana ini akan mengambil rute mengarah ke Matahari untuk mendapatkan tarikan gravitasinya untuk menambah kecepatan. Baru kemudian Danuri menuju Bulan.

Hal ini dikenal sebagai ballistic lunar transfer dan bertujuan untuk menghemat bahan bakar. Meski lama, manuver ini irit bahan bakar. Targetnya Danuri akan sampai ke tujuannya pada Desember 2022.

Inspeksi final Danuri dilakukan di Korean Aerospace Research Institute. Foto: Dok. Korean Aerospace Research Institute

Ketika sampai di Bulan, satelit Danuri akan mengorbit di ketinggian sekitar 100 kilometer, dan menggunakan beragam instrumen saintifiknya untuk mengumpulkan data satu-satunya satelit alami Bumi ini.

Instrumen tersebut berupa magnetometer, spektrometer sinar gamma, sistem komunikasi eksperimental, dan tiga kamera, termasuk yang dirancang oleh NASA yang cukup sensitif untuk melihat ke dalam kawah bayangan Bulan yang tidak pernah terkena cahaya. Kawah ini mungkin berisi air es.

Danuri diharapkan menjalan misi sekitar satu tahun.

Ilustrasi CG kawah di kutub selatan Bulan, di balik bayangan permanennya dipercaya ada es air tersembunyi. Foto: Dok. NASA

Jika misi ini sukses —setidaknya sampai Danuri berhasil mengorbit bulan, Korea Selatan akan menjadi negara ke delapan yang sukses melucurkan wahana pengorbit Bulan, bergabung dengan AS, Uni Soviet (Rusia), China, Jepang, India, Luxemburg, dan Uni Eropa.

Bulan akan banyak dikunjungi tahun ini. Wahana satelit Bulan NASA, CAPSTONE, baru meluncur pada Juni 2022 lalu. Belum lagi misi pendaratan Bulan Artemis I yang akan meluncurkan misi tanpa awak pertamanya setidaknya akhir Agustus 2022.

Sebelumnya ada wahana pendarat (lander) Rusia bernama Luna-25 yang peluncurannya ditunda dari September 2022 menjadi 2023 akibat boikot. Misi ini—jika sukses—akan menjadi misi Bulan pertama Rusia setelah kejayaan misi luar angkasa era Soviet dulu.