kumparan
2 Nov 2018 8:08 WIB

Kota Ini Jadi Asal Penyebaran HIV Pertama Kali

ilustrasi obat antivirus HIV. (Foto: Thinkstock)
HIV masih menjadi virus yang menakutkan karena sampai saat ini belum ada obat yang bisa membunuh virus yang menyebabkan pelemahan pada sistem imun tubuh tersebut. Sedihnya, kesalahpahaman serta kurangnya informasi menyebabkan orang-orang yang terinfeksi virus ini jadi dikucilkan dari masyarakat.
ADVERTISEMENT
Dari mana penyebaran HIV sebenarnya bermula?
Dilansir Science Alert yang mengutip Futurism, penyebaran HIV bermula pada tahun 1920 di sebuah kota bernama Kinsasha yang terletak di Republik Demokratik Kongo. Pada saat itu, Kongo masih merupakan wilayah koloni Belgia yang diberi nama Leopoldville.
Sebagai ibu kota Kongo, Kinshasha merupakan kota yang sibuk. Pria-pria muda berdatangan untuk mencari penghidupan di kota tersebut. Seiring dengan kemajuan Kinshasha, dibangun jalur kereta api untuk transportasi.
Saat itu, praktik prostitusi pun berkembang di kota tersebut dan hal inilah yang dianggap sebagai jalur penyebaran HIV ke seluruh dunia.
HIV AIDS (Ilustrasi) (Foto: Shutter Stock)
HIV yang menyebar dari Kinshasha, HIV-1 grup M, saat ini merupakan penyebab dari 90 persen kasus infeksi HIV di dunia. Sementara HIV jenis lain, yaitu HIV-1 grup O yang berasal dari wilayah di dekat Kongo, hanya menyebar di Afrika Barat.
ADVERTISEMENT
“Faktor ekologi, bukan faktor evolusi lah yang membuat HIV menyebar dengan cepat,” kata Nuno Faria dari University of Oxford, Inggris, kepada BBC, sebagaimana dikutip dari Science Alert.
Faria dan para koleganya membuat pohon keluarga untuk menelusuri asal mula HIV dengan meneliti genom HIV pada 800 orang yang terinfeksi di Afrika Tengah dan hasilnya menunjukkan semuanya memiliki asal-usul yang sama.
Dari sinilah diketahui bahwa penyebaran HIV dimulai pada tahun 1920 di Kinshasha, ibu kota Republik Demokratik Kongo.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan