Kucing yang Lahir dengan Dua Wajah Mati

26 Mei 2020 15:05
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Biscuits dan Gravy, kucing berkepala dua di Oregon, Amerika Serikat. Foto: @biscuits_andgravy/Instagram
zoom-in-whitePerbesar
Biscuits dan Gravy, kucing berkepala dua di Oregon, Amerika Serikat. Foto: @biscuits_andgravy/Instagram
ADVERTISEMENT
Biscuits dan Gravy, anak kucing yang lahir dengan dua wajah, mati setelah bertahan hidup selama tiga hari. Kucing ini merupakan salah satu dari enam anak yang lahir pada 20 Mei di Oregon, Amerika Serikat. Meski memiliki dua wajah dengan dua hidung, empat mata, dua mulut sendiri, Biscuits dan Gravy hanya punya satu batang otak.
ADVERTISEMENT
Kucing berwajah dua ini kerap dikenal sebagai kucing “Janus”, dinamai dari dewa Romawi Janus, yang memiliki dua wajah, satu memandang ke masa lalu dan yang lain ke masa depan. Kucing dengan kondisi langka seperti ini biasanya tidak dapat bertahan hidup lebih dari sehari.
"Dia banyak makan, dan dia banyak buang air kecil dan buang air besar. Dia hanya tidak tumbuh. Ini kerja keras bagi kucing laki-laki kecil seperti dia untuk menopang kepala besar dengan dua wajah lengkap," tulis keluarga King, pemilik Biscuits dan Gravy, di halaman Facebook yang didedikasikan untuk kucing kesayangan mereka.
Untuk membuat Biscuits dan Gravy bertahan hidup, keluarga King harus mengambil alih banyak tugas sang ibu kucing. Mereka memberi makan secara teratur dan menjaganya tetap hangat.
ADVERTISEMENT
"Biscuits dan Gravy jelas merupakan anugerah, Tuhan mengizinkan mukjizat kecil ini hadir ke dalam hidup kita untuk beberapa alasan. Harapan dan doa saya adalah agar kasih dan pengorbanan Yesus ditunjukkan melalui kehidupan kecil ini," tulis mereka.
Meski kucing Janus pada umumnya berumur pendek, ada kucing berwajah dua yang berhasil mencetak sejarah dengan berhasil hidup selama 15 tahun, yakni Frank dan Louie. Namanya kemudian dikukuhkan dalam buku Guinness World Records pada 2006.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! Bantu donasi atasi dampak corona.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020