Kuil Kultus Dewa Matahari Mesir Kuno Berusia 4.500 Tahun Ditemukan, Ini Isinya

6 Agustus 2022 17:25
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kuil yang didedikasikan untuk Dewa Matahari ditemukan di Mesir. Egyptian Ministry of Tourism and Antiquities Foto: Egyptian Ministry of Tourism and Antiquities
zoom-in-whitePerbesar
Kuil yang didedikasikan untuk Dewa Matahari ditemukan di Mesir. Egyptian Ministry of Tourism and Antiquities Foto: Egyptian Ministry of Tourism and Antiquities
ADVERTISEMENT
Arkeolog berhasil menemukan sisa-sisa kuil berusia 4.500 tahun yang didedikasikan untuk Dewa Matahari Mesir, Ra, di situs Abu Ghurab, sekitar 20 kilometer selatan Kairo, Mesir.
ADVERTISEMENT
Massimiliano Nuzzolo, direktur penggalian arkeologi di Institut Budaya Mediterania dan Oriental dari Akademi Ilmu Pengetahuan Polandia di Warsawa, mengatakan kuil tampaknya dibangun pada masa dinasti kelima Mesir kuno (sekitar 2465 SM hingga 2323 SM), sebuah periode di mana Matahari dipuja sebagai Dewa dengan pembangunan monumen baru yang didedikasikan untuk dewa Ra. Bangunan ini umumnya dikenal sebagai kuil matahari.
Kultus matahari adalah kepercayaan kuat dalam agama Mesir kuno. Dalam cerita mereka, dewa Ra bergabung dengan Amun–dewa utama Thebes (Luxor)-- menjadi Amun-Ra. Orang Mesir kuno menganggap Amun-Ra sebagai dewa paling kuat. Dia disembah sampai sekitar 1.500 tahun lalu, saat politeisme Mesir punah.
Denah kuil Dewa Matahari yang ditemukan oleh arkeolog di Mesir.  Foto: Egyptian Ministry of Tourism and Antiquities
zoom-in-whitePerbesar
Denah kuil Dewa Matahari yang ditemukan oleh arkeolog di Mesir. Foto: Egyptian Ministry of Tourism and Antiquities
Kuli matahari yang baru ditemukan dibuat dari batu bata lumpur, berukuran sekitar panjang 60 meter dan lebar 20 meter. Di dalamnya ada serambi pintu berbentuk L, halaman, ruang penyimpanan, dan kamar yang diduga digunakan untuk tujuan ritual pemujaan.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Dinding gedung ini semuanya diplester hitam putih dan ada bekas lukisan dengan warna merah dan biru,” kata Nuzzolo sebagaimana dikutip Live Science. “Serambi pintu masuk sebagian terbuat dari batu kapur putih dan memiliki dua kolom batu kapur.”
Kuil itu sebelumnya hancur, dan dibangun lagi pada masa firaun Niuserre yang memerintah sekitar tahun 2420 SM hingga 2389 SM. Di kuil, arkeolog menemukan dua artefak, salah satunya puluhan botol bir dan beberapa botol berhias warna merah. Sementara artefak lainnya berupa cetakan segel, termasuk segel firaun yang memerintah pada dinasti kelima dan keenam.
Botol bir yang ditemukan di dalam kuil. Foto: Egyptian Ministry of Tourism and Antiquities
zoom-in-whitePerbesar
Botol bir yang ditemukan di dalam kuil. Foto: Egyptian Ministry of Tourism and Antiquities
Salah satu segel paling awal milik Shepseskare, firaun yang memerintah Mesir sebelum Niuserre. Museum Seni Metropolitan di New York mencatat, Shepseskare memerintah sekitar tahun 2438 SM hingga 2431 SM, sementara firaun lain bernama Raneferef yang juga dikenal Neferefre memerintah dari tahun 2431 SM hingga 2420 SM.
ADVERTISEMENT
Belum diketahui firaun mana yang pertama kali membangun kuil matahari tersebut, tapi kemungkinan besar adalah Shepseskare atau Neferefre. Selain itu, hanya sedikit yang diketahui bagaimana ritual dilakukan di dalam kuil tersebut.
Kami tidak tahu apa-apa tentang ritual pemujaan yang dilakukan di kuil matahari.
- Massimiliano Nuzzolo -
"Kami juga tidak memiliki data yang cukup untuk memahami kehidupan sehari-hari orang-orang yang tinggal di sekitar kuil-kuil ini."
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020