Kumparan Logo

Kurma Yudea yang Punah 2000 Tahun Lalu Bangkit Kembali

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pohon kurma. Foto: Denny Armandhanu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pohon kurma. Foto: Denny Armandhanu/kumparan

Bisakah manusia membangkitkan makhluk hidup yang telah punah? Tampak mustahil tapi tidak menutup kemungkinan, seperti para ilmuwan ini yang berhasil membangkitkan tanaman kurma Yudea yang telah punah 2.000 tahun lalu.

Pohon kurma itu hidup kembali di Gurun Yudea, Israel. Awalnya, para ilmuwan menanam enam benih kurma berumur 2.000 tahun yang ditemukan arkeolog di istana dan permukiman kuno. Untuk menumbuhkannya, mereka merendam 33 biji kurma purba selama 24 jam serta menanamnya dalam tanah dan pupuk organik.

Satu benih pohon ternyata rusak, peneliti lantas menanam sisa benih di pot dan menyiramnya dengan air desalinasi yang diperkaya zat besi dan pupuk. “Akhirnya enam benih bertunas. Beberapa benih membutuhkan berminggu-minggu untuk tumbuh, dan yang lainnya butuh berbulan-bulan lamanya,” kata Sallon, seperti dikutip CNN.

Ilustrasi pohon kurma yang sudah berbuah. Foto: Pixabay

Sallon berharap, pohon kurma betina bernama Hannah akan bertunas di tahun ini. Sementara kurma lain bernama Metusalah yang ditanam 2008 lalu sudah bertunas terlebih dahulu. Sallon mengaku tidak dapat memastikan apakah kurma Yudea yang ia tanam bisa berbuah atau tidak.

“Kami berharap serbuk sari dan bunganya cocok dan dia akan menanggapinya. Kami akan mempublikasikan apabila pohon sudah berbuah,” katanya.

Konon, kurma Yudea punya ukuran besar dan manis. Benihnya berbentuk lebih panjang dan lebar daripada kurma pada umumnya. Ini menunjukkan bahwa benih tersebut sudah dibudidayakan karena ukuran buahnya yang besar. Biji yang lebih besar biasanya menghasilkan buah yang lebih besar.

Informasi genetik dari benih juga menunjukkan bahwa tanaman tersebut merupakan campuran dari varietas pohon yang berbeda, mungkin dipilih untuk menghasilkan buah yang lebih besar. Memberikan pemahaman bagaimana kurma ditanam 2.000 tahun lalu. Berdasarkan catatan sejarah, kurma Yudea sering diekspor Kerajaan Yudea ke seluruh Kekaisaran Romawi.

Ilustrasi pohon kurma. Foto: pixabay

“Mereka sangat dicari. Kurma Yudea diberikan sebagai hadiah kepada Kaisar Romawi pada hari ulang tahun, dan banyak sejarawan kuno dan ahli geografi menulis tentang kurma tersebut,” kata Sarah Sallon, direktur Pusat Penelitian Pengobatan Alami Louis L. Borick, yang memimpin studi dalam jurnal Science Advances.

“Namun, sisa-sisa perkebunan kurma terakhir di kawasan itu musnah pada abad ke-19 dan varietas khusus ini sekarang punah.”

Kurma Yudea sebenarnya bukan pohon purba pertama yang dibangkitkan kembali. Sebelumnya, para ilmuwan Rusia telah menanam biji tanaman buah yang disimpan tupai di lapisan es selama 30.000 tahun. Namun, benih tanaman Silene stenophylla itu tidak tumbuh secara alami. Sebaliknya, ilmuwan menanam benih di piring laboratorium.

embed from external kumparan