Kumparan Logo

Kutu Busuk, Hama Jahat Tertua di Bumi Sejak 115 Juta Tahun Lalu

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kutu Kasur Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Kutu Kasur Foto: Shutterstock

Pernahkah kamu merasa gatal saat merebahkan diri di tempat tidur? Rasagatal itu tetap ada meski tubuh kita telah benar-benar bersih. Bisa jadi ini disebabkan kutu-kutu kecil yang tak terlihat dan hidup makmur di kasurmu. Hewan yang memiliki nama ilmiah cimex lectularius ini merupakan salah satu “hama pengganggu” utama di dunia.

Bukan cuma manusia yang "kesal" terhadap binatang yang kerap disebut kutu busuk ini. Ternyata, ia telah menjadi hama sejak dinosaurus masih hidup di Bumi.

Berdasarkan studi yang baru diterbitkan 16 Mei 2019, dalam jurnal Current Biology, dipaparkan bahwa kutu busuk setidaknya telah jadi sosok antagonis selama 115 juta tahun. Menegaskan posisinya sebagai salah satu parasit atau hama jahat paling tua di Bumi.

Dalam proses mendapatkan hasil penelitian itu, tim ilmuwan menghabiskan 15 tahun untuk mengumpulkan kutu busuk liar dari seluruh dunia dan mempelajari spesimennya dalam koleksi museum. Tim kemudian membandingkan DNA kutu kasur modern guna melihat evolusinya, serta mengamati seberapa sering spesies barunya muncul untuk mengganggu manusia dan inang potensial lainnya.

Tungau Foto: Pixabay

"Kejutan besar pertama yang kami temukan adalah bahwa kutu busuk jauh lebih tua daripada kelelawar, yang oleh semua orang dianggap sebagai inang pertama mereka (kutu busuk)," tutur penulis studi Steffen Roth, dari University Museum of Bergen di Norwegia. Roth dan rekan-rekannya juga menemukan bukti bahwa kutu busuk telah menyerang kelelawar selama 50 juta tahun terakhir.

Lalu, apakah tyrannosaurus rex atau brontosaurus juga pernah mendapatkan gangguan dari kutu busuk?

Kemungkinannya hampir mustahil, lantaran sebagian besar dinosaurus cenderung tidak tenang untuk menetap lama di satu tempat dan memilih untuk bermigrasi dari satu tempat ke tempat lain, salah satunya untuk kestabilan sumber makanan. Sementara cimex lectularius lebih mudah menjadi parasit bagi hewan yang memiliki "rumah", seperti sarang burung, sarang kelelawar, atau sarang pterodactylus.

embed from external kumparan