Kutub Utara Bumi Bergeser Misterius ke Arah Siberia, Ada Apa?
·waktu baca 2 menit

Apakah kamu mengira dua kutub Bumi (di utara dan selatan) bersifat statis tidak berubah? Nyatanya pusat kutub Bumi dinamis dan dapat bergerak lho. Tak melulu ada di titik pusat Samudera Arktik dan Antarktika.
Sejak dokumentasi pertama pada tahun 1830an, ilmuwan mencatat kutub utara Bumi telah bergeser sepanjang 2.250 kilometer. Sejak saat itu, kutub utara telah melintasi bentangan atas belahan Bumi bagian utara dari Kanada menuju Siberia.
Dilansir IFL Science, antara tahun 1990 dan 2005, laju pergerakan kutub ini meningkat, dari kurang dari 15 kilometer per tahun menjadi sekitar 50 hingga 60 kilometer per tahun.
Sebuah studi, yang diterbitkan dalam jurnal Nature Geoscience berpendapat, pergeseran kutub itu berkaitan dengan naik turunnya aktivitas inti lapisan Bumi berupa besi cair super panas, di bagian dalam planet.
Pergeseran ini menyebabkan perubahan pula pada medan magnet di seluruh permukaan Bumi.
Kutub utara adalah titik di mana medan magnet Bumi mengarah ke bawah (selatan) secara vertikal. Pergeseran kutub utara menuju Siberia, disebabkan oleh pergeseran pola aliran material di lapisan dalam Bumi yang terjadi antara 1970 dan 1999.
Gumpalan Siberia dan Kanada saling berebut pengaruh, dalam menentukan letak presisi kutub utara. Kali ini aliran gumpalan inti Bumi di bawah Kanada kalah alias kehilangan pengaruhnya di magnetosfer.
Hal inilah yang menyebabkan kutub utara bergeser ke menuju Siberia.
"Posisi Kutub magnetik utara dikendalikan oleh dua petak medan magnet, satu di bawah Kanada dan satu di bawah Siberia. Mereka menjalankan peran tarik-menarik yang mengendalikan lokasi kutub," kata Dr. Phil Livermore , penulis studi utama studi dari School of Earth and Environment, University of Leeds di Inggris.
Peneliti tahu dari mana kutub utara bergeser?
Peneliti menggunakan data yang dikumpulkan oleh satelit Swarm Badan Antariksa Eropa (ESA). Trio satelit ini mengorbit Bumi sekaligus mengukur sinyal magnetik dari inti, mantel, kerak dan samudera Bumi. Satelit ini juga merekam aktivitas ionosfer dan magnetosfer.
Pengukuran ini penting untuk studi ilmiah lanjutan. Medan magnet Bumi amat penting bagi kehidupan di dalamnya, lantaran menghasilkan perisai elektromagnetik. Perisai ini berguna untuk melindungi Bumi dari radiasi matahari yang merusak.
Medan magnet Bumi juga sangat penting untuk acuan sistem navigasi mulai dari kompas sederhana hingga peralatan GPS umat manusia.
