Lebih dari 14.000 Kuda di Australia Terancam Dibunuh, Ditembak dari Helikopter
·waktu baca 4 menit

Lebih dari 14.000 kuda liar di Australia akan dimusnahkan dengan cara ditembak dari Helikopter. Pemusnahan kuda liar ini dilakukan untuk mengendalikan populasi mereka yang kini semakin banyak.
Sebanyak 17.432 kuda liar yang dikenal oleh penduduk setempat sebagai “brumbies” diperkirakan hidup di Taman Nasional Kosciuszko, sebuah area seluas 4.184 km persegi di tenggara New South Wales (NSW), Australia.
Saat ini, populasi mereka terus bertambah dan pemerintah setempat berencana akan mengurangi jumlah tersebut hingga nantinya hanya tersisa 3.000 kuda pada Juni 2027. Pemusnahan ribuan kuda itu akan dilakukan melalui udara, ditembak menggunakan helikopter.
Kuda liar di Australia dianggap sebagai spesies invasif. Secara total, ada sekitar 400.000 ekor kuda yang hidup di seluruh negeri. Mereka adalah keturunan kuda yang dibawa dari pemukiman Eropa. Kuda-kuda itu menimbulkan ancaman terhadap sistem ekologi lokal karena merusak tanah dan spesies tanaman asli, khususnya di wilayah Pegunungan Alpen Australia.
“Kuda pertama kali tiba di Australia pada 1788 dengan Armada Pertama. Kuda yang melarikan diri dan ditinggal pemiliknya pertama kali dilaporkan di kawasan Alpen Australia pada 1830-an. Populasi kuda liar ini dianggap sebagai hama karena dinilai telah mengambil alih rumput untuk pakan domba dan sapi,” kata Maggie J. Waston, dosen senior bidang ornitologi dan zoologi di Charles Sturt University, Australia, sebagaimana dikutip dari Newsweek.
“Kuda di kawasan Alpen Australia bukanlah sebuah ras. Tidak ada ciri genetik yang dapat membedakan kuda-kuda ini dengan kuda domestik. Sejak 1960-an, masyarakat secara ilegal melepaskan kuda jantan ras Standardbred dan Paint untuk meningkatkan konformasi dan warna kuda liar tersebut.”
Menurut survei NSW National Parks and Wildlife Service, 14.501 hingga 23.535 kuda diperkirakan hidup di Taman Nasional Kosciuszko pada 2022. Jumlah tersebut kemudian direvisi menjadi 12.934 hingga 22.356 ekor pada survei 2023. Pada 2016, hanya ada sekitar 6.000 kuda yang berkeliaran di taman tersebut.
“Kuda sangat buruk bagi wilayah Alpen karena mereka berjalan di jalur yang sering dilalui, memadatkan tanah, dan menyebabkan limpasan air,” kata Watson. “Mereka merumput dan mengambil tanaman yang diperlukan bagi hewan-hewan kecil asli untuk bertahan hidup (posum kerdil gunung, kadal lidah biru, tikus bergigi lebar), mereka secara selektif memakan tanaman pegunungan. Mereka juga berkubang dan menyebabkan kerusakan pada saluran air (berdampak pada ikan galaksi asli dan udang karang berduri).”
Selain ditembak, berbagai cara sudah dilakukan untuk mengurangi populasi kuda selama bertahun-tahun, termasuk memasang jebakan, menangkapnya, dan ditembak dari darat. Namun metode ini belum berhasil mengurangi populasinya. Perangkap dianggap mahal dan tidak berperikehewanan, karena pada akhirnya kuda akan diangkut dengan jarak cukup jauh, kemudian disembelih di rumah jagal.
Sementara menangkap secara langsung di alam liar membutuhkan personel yang sangat terlatih. Kalau menembak kuda dari darat sebenarnya cukup efektif, terutama di wilayah yang bisa dijangkau orang. Namun sayangnya, kawasan pegunungan Alpen di Australia adalah wilayah yang bergunung-gunung dengan sedikit akses jalan. Membawa penembak ke lokasi kuda, secara logistik tidak mungkin dilakukan, kata Watson.
Alhasil, pemerintah akhirnya menggunakan metode lain dengan mengerahkan helikopter untuk membunuh kuda-kuda tersebut. Dalam dua hari terakhir di bulan November 2023 kemarin, sekitar 270 kuda yang berhasil dibunuh. Pada 2019-2020, ada 99 kuda dipindahkan melalui perangkap, dan 787 ekor pada 2020-2021.
Selama program penembakan dari udara, dua helikopter digunakan masing-masing berisi seorang dokter hewan. Menurut pernyataan pemerintah setempat dalam proses eksekusi tidak ada kuda yang dibiarkan menderita lama. Artinya, kuda ditembak dengan tepat di bagian vitalnya sehingga membuat mereka mati dengan cepat. Semua kuda yang ditembak kemudian diperiksa oleh dokter hewan dari helikopter, dan 43 kuda diperiksa oleh dokter hewan di lapangan.
“Tak seorang pun suka melihat hewan dibunuh, tapi kenyataan yang menyedihkan adalah kita harus memilih antara segera mengurangi jumlah kuda liar atau menerima kehancuran ekosistem dan habitat pegunungan yang sensitif, serta penurunan dan kepunahan hewan asli,” kata Jack Gough, direktur advokasi di Invasive Species Council, kepada Sydney Morning Herald.
“Kita mungkin tidak menyukainya, namun pemusnahan oleh para profesional yang sangat terlatih adalah satu-satunya cara yang tepat untuk mengurangi jumlah dan menyelamatkan taman nasional dan hewan asli kita yang hidup di sana.”
