Mariana yang Curi Cokelat di Alfamart Disebut Punya Kelainan, Kleptomania?

16 Agustus 2022 8:36
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi belanja di supermarket. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi belanja di supermarket. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Kasus pencurian cokelat yang dilakukan Mariana di Alfamart Sampora, Cisauk, Tangerang Selatan, berakhir damai. Menurut Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Sarly Sollu, Mariana memiliki kelainan sehingga hal ini menjadi pemicu dia mencuri 3 coklat dan 2 shampoo di gerai Alfamart.
ADVERTISEMENT
Sarly tidak mengungkap apakah kelainan itu terkait kleptomania atau bukan. Dia menjelaskan banyak hal ketika ditanya soal itu, tapi pernyataan penjelasannya itu tak ingin dipublikasikan.
"Jadi terlapor ini ada kelainan, memiliki kebiasaan-kebiasaan yang mungkin sedikit unik. Nah, inilah yang kita secara paham, dan secara logika kita, maka sepakat mereka untuk berdamai. Hingga pihak pelapor mencabut laporannya, serta tidak melanjutkan dalam proses penegakan hukum," katanya, Selasa (16/8) dini hari.
Lantas, apa itu kleptomania? Kleptomania sendiri adalah gangguan mental yang membuat penderitanya sulit menahan diri untuk mencuri barang-barang dengan nilai kecil dan tidak terlalu penting. Kleptomania masuk dalam kelompok gangguan kendali impulsif, yakni gangguan yang menyebabkan penderitanya sulit untuk mengendalikan emosi dan perilaku.
ADVERTISEMENT
Dijelaskan Mayo Clinic, penderita kleptomania bakal sulit menahan godaan atau dorongan untuk melakukan tindakan berlebihan atau berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain. Banyak orang dengan kleptomania menjalani hidup dengan rasa malu karena takut untuk menjalani perawatan mental. Meski tidak ada obat, kleptomania bisa ditangani dengan terapi (psikoterapi) untuk mengakhiri kebiasaan mencuri.

Gejala Kleptomania

  • Tidak mampu menahan dorongan kuat untuk mencuri barang yang tidak dibutuhkan
  • Merasa tegang, cemas, atau punya gairah untuk mencuri
  • Merasa senang, lega, dan puas saat mencuri
  • Merasa sangat bersalah, menyesal, benci diri sendiri, malu atau takut saat ketahuan mencuri
  • Hal ini terjadi berulang

Karakteristik kleptomania

Orang dengan kleptomania biasanya menunjukkan karakteristik sebagai berikut:
  • Tidak seperti pengutil pada umumnya, pengidap kleptomania tidak mencuri secara kompulsif untuk keuntungan pribadi atau balas dendam. Mereka mencuri hanya karena ada dorongan kuat untuk mencuri sehingga tidak bisa menahannya.
  • Kleptomania biasanya terjadi secara spontan, tanpa perencanaan, dan tanpa bantuan atau kerjasama dari orang lain
  • Kebanyakan kleptomania mencuri di tempat umum, seperti toko dan supermarket. Beberapa mungkin mencuri di rumah teman atau kenalan, seperti di pesta.
  • Seringkali barang curian tidak bernilai dan tidak dibutuhkan serta si penderita sebenarnya mampu membelinya.
  • Barang-barang yang dicuri biasanya disimpan, tidak pernah digunakan. Barang hasil curian juga bisa mereka sumbangkan, diberikan kepada keluarga atau teman, bahkan secara diam-diam dikembalikan ke tempat di mana mereka mengambil barang tersebut.
  • Dorongan untuk mencuri mungkin datang dan pergi atau terjadi dengan intensitas lebih besar atau lebih kecil dari waktu ke waktu.
Ilustrasi kesehatan mental ibu atau wanita alami depresi. Foto: aslysun/Shuttterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kesehatan mental ibu atau wanita alami depresi. Foto: aslysun/Shuttterstock

Penyebab

Penyebab kleptomania tidak diketahui. Beberapa teori menyebut perubahan di otak mungkin menjadi akar munculnya kleptomania. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk lebih memahami kemungkinan penyebab orang bisa jadi kleptomania.
ADVERTISEMENT

Faktor risiko

Kleptomania sangat jarang terjadi. Beberapa orang dengan kleptomania jarang mencari pengobatan atau mereka hanya dipenjara setelah kedapatan mencuri sehingga beberapa kasus kleptomania tidak pernah didiagnosis. Kleptomania biasanya muncul saat remaja atau bisa dimulai saat seseorang sudah dewasa. Sekitar dua dari tiga orang pengidap kleptomania adalah wanita. Faktor risiko lain seseorang bisa menjadi kleptomania termasuk:
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
  • Sejarah keluarga. Pengidap kleptomania mungkin memiliki kerabat seperti orang tua atau saudara kandung dengan gangguan kleptomania, gangguan obsesif-komplusif atau gangguan penggunaan zat lainnya yang dapat meningkatkan risiko kleptomania.
  • Punya penyakit mental lainnya. Orang dengan kleptomania kebanyakan punya penyakit mental lain, seperti gangguan bipolar, gangguan kecemasan, gangguan makan dan gangguan zat, serta gangguan kepribadian

Komplikasi

Jika tidak diobati, kleptomania dapat mengakibatkan masalah emosional yang menjalar ke masalah keluarga, pekerjaan, hukum, dan keuangan parah. Misalnya, kamu tahu mencuri itu salah, tetapi kamu merasa tidak berdaya menahan dorongan untuk mencuri, sehingga kamu didera oleh rasa bersalah, malu, benci diri sendiri, dan terhina.
ADVERTISEMENT
Ini bisa berlanjut dan menyebabkan gangguan kepribadian, depresi, gangguan bipolar, kecemasan, bahkan bisa memicu pikiran untuk bunuh diri dan melakukan percobaan bunuh diri.

Kapan harus ke dokter?

Jika kamu tidak bisa berhenti mengutil atau mencuri, segera datangi psikiater atau bantuan medis lainnya. Banyak orang pengidap kleptomania tidak mau berobat karena takut ditangkap atau dipenjara. Namun perlu kamu tahu, tenaga medis profesional tidak akan melaporkan pencurian yang kamu lakukan kepada pihak berwenang.

Jika orang terdekat kamu punya kleptomania

Jika kamu curiga ada teman atau saudara kamu menderita kleptomania, sampaikan kekhawatiranmu dengan lembut kepada orang tersebut. Ingat, kleptomania adalah gangguan kesehatan mental, bukan gangguan kepribadian, jadi dekati mereka tanpa menyalahkan atau menuduh. Jika kamu tidak bisa berbicara dengan mereka, coba cari bantuan medis.
ADVERTISEMENT

Pencegahan

Karena penyebab kleptomania tidak diketahui, belum ada cara untuk mencegah gangguan mental ini. Mendapat perawatan sesegera mungkin bisa mencegah kleptomania menjadi lebih buruk.

Mariana Minta Maaf

Proses mediasi kasus pencurian cokelat di Alfamart. Foto: Instagram/@hotmanparisofficial
zoom-in-whitePerbesar
Proses mediasi kasus pencurian cokelat di Alfamart. Foto: Instagram/@hotmanparisofficial
Sementara putri dari Mariana, Ivana, telah memohon maaf atas tindakan yang dilakukan orang tuanya. Ivana juga mengakui ibunya telah melakukan pencurian serta melakukan pengancaman terhadap karyawan Alfamart, Amelia.
"Selamat malam semuanya, saya putri dari Mariana, Ivana, memohon maaf kepada seluruh karyawan alfamart secara khusus kepada Mbak Amel, Mbak Danisa dan Mas Ali dan manajemen Alfamart secara menyeluruh. Serta secara spesifik permohonan terhadap Alfamart yang berada di Cisauk, Tangerang," kata Ivana yang dikutip dari Instagram @hotmanparisofficial.
"Saya dengan ini mengakui bahwa ibu saya telah melakukan pencurian 3 buah cokelat dan 2 buah shampoo, telah melakukan pengancaman kepada Saudari amelia. Saya mohon maaf dengan sangat kepada Saudara Amelia dan keluarganya," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020