Melihat Cantiknya Ikan dan Hewan Laut Bercahaya Warna-warni di Laut Dalam

24 Juni 2020 18:11 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Peneliti mengumpulkan spesimen hewan laut di laut Filipina. Foto: Elliott Jessup/California Academy of Sciences
zoom-in-whitePerbesar
Peneliti mengumpulkan spesimen hewan laut di laut Filipina. Foto: Elliott Jessup/California Academy of Sciences
ADVERTISEMENT
Pepatah mengatakan, kita lebih memahami permukaan bulan dibandingkan laut di Bumi. Pepatah itu benar-benar nyata, setidaknya untuk laut dalam di zona senja atau Twilight Zone.
ADVERTISEMENT
Laut dalam Twilight Zone berada pada kedalaman sekitar 150 hingga 200 meter di bawah permukaan. Pada kedalaman ini, matahari tidak lagi sanggup menyinari hingga membuat tempat ini gelap gulita.
Namun ternyata, laut gelap gulita ini justru dipenuhi banyak hewan laut yang bercahaya warna-warni.
Di tengah ekosistem yang sangat asing bagi manusia bahkan sains, sekelompok peneliti berjuang untuk bisa mempelajarinya. Mereka berasal dari California Academy of Sciences.
Berikut ini adalah beberapa hewan laut indah berwarna-warni yang ditemukan hidup di laut dalam Twilight Zone.

Ikan Anthias

Ikan Pseudanthias fasciatus. Foto: Tim Wong/California Academy of Sciences
Ratusan meter di bawah permukaan laut, peneliti menemukan ikan dengan warna yang amat cerah. Ikan berwarna merah kekuningan itu ternyata adalah ikan Anthias atau Pseudanthias fasciatus.
ADVERTISEMENT
“Saya menatap dan melihat menggunakan mata saya satu spesies yang sangat berwarna,” ungkap Direktur Steinhart Aquarium, Bart Shepherd, dikutip California Academy of Sciences.

Moluska dari Genus Halgerda

Moluska dari genus Halgerda. Foto: California Academy of Sciences
Pada 2015, ekspedisi dari peneliti menemukan hewan moluska baru dari genus Halgerda. Hewan tanpa tulang belakang ini mencolok dengan warnanya yang putih transparan bercorak unik berwarna coklat.
Menurut laporan Mongabay, penemuan ini terbilang luar biasa karena hewan itu dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan penelitian biomedis.

Ubur-ubur sisir

Ubur-ubur Ctenophore. Foto: Larry Madin/WHOI
Comb jelly atau ubur-ubur sisir bercahaya hidup ratusan meter di bawah permukaan laut. Ia memanfaatkan cahayanya untuk memangsa hewan lain.
Di tengah gelapnya laut dalam, ubur-ubur dengan nama ilmiah Ctenophora ini akan menarik hewan lain untuk mendekat. Setelah mangsanya mendekat, ubur-ubur kecil itu akan menyengat dan memakan hewan yang kurang beruntung itu.
ADVERTISEMENT

Ikan Wakanda

Ikan Cirrhilabrus wakanda. Foto: Yi-Kai Tea/ZooKeys
Seekor ikan ditemukan di Tanzania, Afrika, dan diberikan nama yang terinspirasi dari karakter Marvel, Black Panther. Ikan ini pun diberikan nama ilmiah Cirrhilabrus wakanda.
Meski terinspirasi dari Black Panther, ikan ini justru berwarna-warni layaknya pelangi, bukan hitam gelap seperti macan kumbang. Warnanya mulai dari biru pada ekor, ungu pada tubuhnya, hingga kuning pada bagian kepala.

Cumi Kunang-kunang

Cumi-cumi kunang-kunang atau Watasenia scintillans. Foto: Wikimedia Commons
Cumi kunang-kunang dengan nama latin Watasenia scintillans punya banyak cahaya di sekitar tubuh panjangnya. Ketika ada hewan lain yang mencoba memangsanya, cumi-cumi akan menyala dan membingungkan predatornya.
Tidak hanya itu, hewan laut itu juga disebut bisa mengedipkan cahaya pada tubuhnya.
(EDR)