Mengenal Bahaya Ekstasi yang Tak Sengaja Dimakan 3 Bocah di Riau

Tiga bocah sekolah dasar di Riau dilaporkan tanpa sengaja mengonsumsi pil ekstasi yang dikiranya sebagai permen pada Rabu (12/9) lalu. Ketiga anak laki-laki memakan pil tersebut setelah menemukannya di dalam mobil milik orang tua salah satu dari mereka.
Apa sebenarnya pil ekstasi? Adakah bahaya mengonsumsi pil tersebut?
Menurut penjelasan National Institute on Drug Abuse, pil ekstasi atau yang memiliki nama asli methylenedioxy-methamphetamine (MDMA) adalah sebuah obat-obatan yang bisa mempengaruhi mood dan persepsi seseorang terhadap lingkungan sekitarnya.
Secara kimiawi, pil tersebut mirip dengan stimulan yang menghasilkan rasa peningkatan energi, nyaman, dan gangguan panca indra serta persepsi waktu.

Bahaya konsumsi pil ekstasi
Dijelaskan juga bahwa MDMA bisa menyebabkan dampak negatif pada tubuh, seperti rasa mual, kram otot, pandangan kabur, menggigil, dan tubuh berkeringat.
Berdasarkan laporan lembaga kesehatan AS, National Institute on Drug Abuse, dampak negatif lainnya adalah tubuh bisa mengalami tremor, halusinasi, peningkatan detak jantung, tekanan darah, tekanan di bagian mulut, wajah, dan juga rahang pengguna.
Pil ekstasi dapat meningkatkan aktivitas dari zat kimia di otak, seperti dopamine, norepinefrin, dan serotonin. Efek dari pil ekstasi pada tubuh bisa bertahan antara tiga hingga enam jam.

Dalam kurun waktu seminggu, pengguna obat ini dalam dosis sedang akan merasa mudah marah, bersikap agresif, depresi, masalah tidur, cemas, masalah memori dan sulit fokus, kurang nafsu makan, serta kurang tertarik melakukan seks.
Ada dugaan beberapa efek tersebut akibat penggunaan kombinasi antara pil ekstasi dengan obat-obatan lain, seperti ganja.
Menurut laporan Live Science, sebuah riset di jurnal Addiction menemukan penggunaan pil ekstasi bisa menyebabkan masalah memori. Ada juga riset lain yang dipublikasikan di Journal of Neuroscience menyebutkan dosis sedang pil ekstasi bisa mematikan dengan menyebabkan tubuh mengalami kondisi hipotermia.

Overdosis
Pengguna yang mengonsumsi pil ekstasi secara berlebihan demi mendapatkan efek lebih lama, mereka berada risiko tinggi mengalami overdosis.
National Institute on Drug Abuse menjelaskan bahwa overdosis memiliki simtom, seperti tekanan darah tinggi, merasa pusing, serangan panik, kejang-kejang, kehilangan kesadaran, peningkatan temperatur tubuh secara ekstrem, kerusakan organ, diikuti dengan komplikasi akibat peningkatan peningkatan temperatur tubuh.
Pada kejadian ekstrem, overdosis bisa menyebabkan kematian akibat serangan panas dan gagal jantung. Selain itu, kematian akibat overdosis juga sering dihubungkan dengan dehidrasi dan kelelahan.
