Kumparan Logo

Mengenal Baikonur Cosmodrome, Tempat Peluncuran Roket ke Luar Angkasa

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Baikonur Cosmodrome (Foto: AP/State Space Corporation Roscocmos)
zoom-in-whitePerbesar
Baikonur Cosmodrome (Foto: AP/State Space Corporation Roscocmos)

Baru-baru ini pesawat luar angkasa Soyuz-MS 11F747 mendarat di Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan, dan membawa tiga orang astronaut pulang ke Bumi.

Setelah itu, pada tanggal 6 Juni, Baikonur Cosmodrome kembali menjadi saksi peluncuran pesawat luar angkasa yang membawa tiga orang astronaut, salah satunya adalah astronaut wanita NASA, Serena Aunon-Chancellor.

Mengapa peluncuran pesawat luar angkasa yang membawa astronaut ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) selalu dilakukan di Kazakhstan? Dan bagaimana sejarahnya hingga Kazakhstan memiliki fasilitas luar angkasa sebesar Baikonur Cosmodrome?

Awalnya, Baikonur Cosmodrone adalah sebuah lokasi rahasia yang keberadaannya disembunyikan dari Blok Barat. Fasilitas ini dibangun pada tahun 1950an pada masa Perang Dingin, ketika Rusia dan Kazakhstan masih bersatu di bawah bendera Uni Soviet.

Baikonur Cosmodrome. (Foto: 12019 via Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Baikonur Cosmodrome. (Foto: 12019 via Pixabay)

Nama Baikonur diberikan untuk menyamarkan lokasi asli tempat ini. Baikonur adalah nama kota pertambangan kecil, sementara aslinya Baikonur dibangun di dekat kota Tyuratam.

Baikonur sudah digunakan sebagai tempat peluncuran pesawat luar angkasa yang membawa manusia pertama ke luar angkasa, Yuri Gagarin, pada 12 April 1961. Dan setelah itu, Soviet selalu meluncurkan pesawat luar angkasa dari Baikonur.

Setelah Uni Soviet pecah pada tahun 1991, lokasi pasti Baikonur diketahui oleh dunia, namun nasibnya malah dipertanyakan, apalagi Kazakhstan kemudian menjadi negara merdeka.

Bahkan peristiwa ini sempat memakan ‘korban’. Saat Kazakhstan memerdekakan diri, seorang kosmonaut, Sergei Krikalev, masih berada di luar angkasa dan ia terpaksa menunda kepulangan hingga beberapa bulan sampai akhirnya tercapai kesepatakan antara Kazakhstan dan Rusia mengenai Baikonur.

Baikonur Cosmodrome (Foto: AP/State Space Corporation Roscocmos)
zoom-in-whitePerbesar
Baikonur Cosmodrome (Foto: AP/State Space Corporation Roscocmos)

Akhirnya, kesepakatan pun tercapai. Rusia diharuskan membayar 7 miliar Rubel (Rp. 1,6 triliun) setiap tahunnya sebagai biaya sewa Baikonur Cosmodrone. Baikonur pun dianggap sebagai daerah istimewa Rusia dan pengunjung wajib memiliki visa Rusia.

NASA pun setuju untuk mendukung Rusia dan mereka membayar untuk ikut meluncurkan astronautnya ke luar angkasa. Pada tahun 1995, Norman Thagard menjadi astronaut Amerika Serikat pertama yang naik pesawat luar angkasa Soyuz.

Nasib Baikonur kini kembali dipertanyakan setelah semakin ramai perusahaan pesawat luar angkasa swasta seperti SpaceX. Apabila SpaceX berhasil meluncur, maka kemungkinan Amerika Serikat akan kembali melakukan peluncuran roket di sana.