Kumparan Logo

Mengenal Baju 'Astronaut' Tim Medis untuk Tangani Pasien Virus Corona

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang kru Thai Airways mendisinfeksi kabin pesawat nasional untuk mencegah penyebaran coronavirus di Bandara Internasional Suvarnabhumi, Bangkok. Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha
zoom-in-whitePerbesar
Seorang kru Thai Airways mendisinfeksi kabin pesawat nasional untuk mencegah penyebaran coronavirus di Bandara Internasional Suvarnabhumi, Bangkok. Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha

Untuk mengevakuasi ratusan WNI yang terisolasi di Wuhan, China, akibat wabah virus corona jenis baru (2019-nCoV), TNI telah menyiapkan berbagai logistik dan peralatan evakuasi, salah satunya adalah baju proteksi atau baju pelindung antivirus.

"TNI bersama Diskes angkatan menyiapkan peralatan apa saja yang harus dibawa, termasuk baju astronaut yang putih-putih (hazmat suit) itu. Termasuk juga ruang isolasi itu, saya juga minta, termasuk juga untuk memonitor panas tubuh mereka," kata Panglima TNI Marsekal, Hadi Tjahjanto, di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (30/1).

Dalam beberapa minggu terakhir, berbagai media sosial dan pemberitaan banyak dihiasi foto yang menampilkan proses evakuasi pasien wabah virus corona, yang tim medisnya tampak memakai baju proteksi.

Bukan tanpa alasan mereka menggunakan baju tersebut. Itu dilakukan untuk menjaga tubuh dari potensi paparan virus yang ditularkan oleh pasien virus corona novel. Baju-baju semacam ini juga sering digunakan petugas kesehatan dalam penanganan kasus-kasus menular lainnya, seperti Ebola, SARS, dan MERS.

Seorang dokter mengenakan pakaian pelindung merawat warga yang terkena virus corona. Foto: Chinatopix via AP

Dijelaskan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), baju proteksi memang lazim digunakan oleh para pekerja kesehatan, pekerja laboratorium kimia, dan rumah sakit.

Dipaparkan dalam jurnal National Centre for Biotechnology Information (NCBI), baju proteksi biasanya dibuat dari beberapa bahan material, di antaranya adalah polietilena, kain spunbond, dan meltblown. Ada beberapa jenis baju proteksi yang dapat digunakan, tergantung di mana dan di lingkungan seperti apa ia dipakai.

Baju pelindung antivirus ini dirancang untuk mencegah penularan patogen atau virus yang terkandung dalam darah dan cairan tubuh pasien. Artinya, baju 'astronaut' berfungsi untuk melindungi petugas medis dari paparan virus ketika mereka melakukan perawatan terhadap pasien-pasien yang memiliki penyakit sangat menular, terutama ketika penderita mengalami pendarahan, muntah, atau diare.

Sebagaimana diketahui, virus dalam darah dan cairan tubuh pasien dapat masuk ke tubuh seseorang melalui kulit yang rusak atau selaput lendir yang tidak terlindungi, misalnya mata, hidung, atau mulut.

Seorang dokter mengenakan pakaian pelindung dan kacamata pelindung di sebuah rumah sakit di Wuhan di Provinsi Hubei, China tengah. Foto: Chinatopix via AP

Nah, ketika baju ini dikenakan oleh seorang dokter atau perawat, maka tubuh mereka berada dalam perlindungan infeksi. Penggunaan baju biasanya disertai dengan beberapa komponen lain, seperti masker atau penutup wajah, pelindung mata, sarung tangan, dan sepatu boots.

Cara menggunakan baju pelindung antivirus yang dikombinasikan dengan beberapa peralatan lain harus dipasang dalam urutan yang benar dan butuh pelatihan khusus. Sebab, jika sampai salah maka potensi terinfeksi virus akan semakin tinggi.

Begitupun dalam melepas baju proteksi dari tubuh usai melakukan perawatan terhadap pasien yang terkena wabah. Karena di bagian inilah potensi terpapar virus sangat tinggi. Virus yang menempel di permukaan baju berisiko mengenai bagian tubuh yang bisa disusupi virus.

Dalam hal ini, butuh prosedur terstruktur, pelatihan, dan pengawasan dari ahli ketika menggunakan atau melepas baju proteksi, terutama saat melakukan perawatan pada pasien yang memiliki penyakit menular berbahaya.