Mengenal Burung Arwah, Hewan Sakral Asli Indonesia Penghuni Pulau Flores
·waktu baca 2 menit

Jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota, hidup seekor burung dengan kepiawaiannya bernyanyi. Dia adalah burung arwah atau kancilan Flores, burung pengicau asli Indonesia.
Burung arwah atau kancilan Flores dengan nama latin Pachycephala nudigula adalah burung endemik Nusa Tenggara yang populasinya menyebar di Pulau Sumbawa dan Pulau Flores. Burung juga hidup di kawasan Taman Nasional Kelimutu.
Dikutip Balai Taman Nasional Kelimutu, ukuran tubuh burung arwah sangat kecil, punya warna hijau dari tengkuk, punggung, sayap hingga ekor. Namun pada tubuh bagian bawah cenderung berwarna hijau kekuningan. Bagian kepalanya berwarna hitam dengan paruh hitam bergaris putih di bagian tengahnya dan warna merah pada tenggorokan.
Kicauan kancilan Flores biasanya terdengar nyaring. Meski suaranya terdengar jelas, kecil kemungkinan kamu bisa melihatnya. Ini karena ukuran tubuhnya cukup kecil, apalagi mereka senang bersembunyi di balik dahan atau rimbun pepohonan.
Masyarakat Suku Lio di Kabupaten Ende sering menyebutnya Burung Arwah karena hanya terdengar suara kicauan tapi sulit melihat penampakan burungnya. Bagi Suku Lio, hewan ini adalah burung sakral dengan sebutan Gaguriwa. Tidak ada satupun masyarakat lokal yang berani memburu burung arwah. Oleh karena itu, populasi mereka cukup terjaga.
Saat ini, status konservasi Kancilan Flores adalah least concern yang berarti berisiko rendah berdasarkan daftar merah IUCN. Populasi burung arwah di habitatnya diperkirakan mencapai 1.245 hingga 2.089 ekor. Ini hanya sekitar 0,53 individu per hektare.
Burung arwah memiliki kicauan yang sangat indah. Hampir tak ada satupun burung di Flores yang bisa menyaingi kicauannya. Mereka bahkan bisa ‘bernyanyi’ tanpa henti dengan kualitas intonasi yang konstan selama 10 menit, bahkan lebih.
Dalam satu periode kicauan dia akan mengeluarkan suara yang bervariasi. Tak jarang kicauannya sering menirukan suara burung lain, seperti gagak dan kepudang. Maka tak heran kalau mereka juga dikenal sebagai peniru suara yang ulung.
Sementara dikutip di Jagarimba, suara Kancilan Flores bisa terjangkau hingga jarak 3 km pada bentangan datar. Bahkan bisa lebih jauh kalau dia berada di ketinggian. Suara burung arwah dapat membuat telinga berdenging jika kamu mendengarnya dalam jarak 5 meter.
Selagi burung ini terjaga dengan baik, mari kita terus jaga dan lestarikan keanekaragaman hayati di Indonesia. Kalau kamu ingin dengar suara burung arwah secara langsung, kamu bisa main ke Taman Nasional Kelimutu di Pulau Flores. Moga-moga beruntung bisa melihat burung secara langsung.
