Kumparan Logo

Mengenal Operasi Bariatrik, Pembedahan buat Turunkan Berat Badan

kumparanSAINSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bedah. Foto: Gorodenkoff/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bedah. Foto: Gorodenkoff/Shutterstock

Ada banyak cara untuk menurunkan berat badan bagi orang yang mengalami obesitas, salah satu yang paling ampuh adalah dengan melakukan operasi bariatrik. Operasi ini juga dijalani penyanyi Melly Goeslaw.

Dikutip Mayo Clinic, operasi Bariatrik adalah suatu prosedur pembedahan yang dilakukan untuk membantu menurunkan berat badan. Prosedur ini biasanya dilakukan pada penderita obesitas yang sulit diatasi hanya dengan diet atau berolahraga, atau pada mereka yang punya masalah kesehatan serius karena berat badan.

Operasi ini bertujuan untuk membatasi jumlah makanan yang ditampung di lambung atau mengurangi kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi di usus halus. Ada beberapa jenis operasi bariatrik yang umum dilakukan, berikut daftarnya:

Biliopancreatic diversion with duodenal switch

Dalam prosedur ini, lambung bakal dipotong dan disambung langsung dengan bagian usus halus. Ketika operasi bedah selesai, makanan yang dikonsumsi pasien nantinya akan tetap bercampur dengan asam lambung, cairan empedu, dan enzim pencernaan di usus besar.

Namun, nutrisi yang diserap tubuh jauh berkurang dari sebelumnya.

Gastric bypass

Metode Gastric bypass dilakukan dengan cara memisahkan lambung menjadi dua bagian, yakni bagian atas berukuran lebih kecil dan bagian bawah yang lebih besar.

Dokter juga akan memotong usus halus pasien menjadi lebih pendek dan disambungkan dengan bagian lambung yang berukuran kecil. Tujuannya untuk mengurangi ruang tampung makanan di lambung, serta mengurangi penyerapan nutrisi dari makanan di usus halus.

Lambung. Foto: Thinkstock

Sleeve gastrectomy

Sleeve gastrectomy dilakukan dengan membuang 80 persen bagian lambung. Nantinya, bagian lambung yang tersisa akan berbentuk ramping dan memanjang seperti pisang.

Dengan bentuk seperti ini, daya tampung lambung bakal jauh lebih berkurang sehingga pasien akan menjadi lebih cepat kenyang.

Mengapa operasi bariatrik dilakukan?

Intinya, operasi dibuat untuk membantu pasien menurunkan berat badan berlebih dan mengurangi risiko masalah kesehatan yang disebabkan oleh obesitas yang mengancam jiwa. Beberapa penyakit tersebut termasuk:

  • Penyakit jantung dan stroke

  • Tekanan darah tinggi

  • Penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD) atau steatohepatitis non-alkohol (NASH)

  • Sleep apnea

  • Diabetes tipe 2

Pasien yang bisa dioperasi bariatrik

Operasi bariatrik secara umum bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu, seperti:

  • Obesitas ekstrem, yakni indeks massa tubuh (BMI) mencapai 40 atau lebih tinggi.

  • Obesitas morbid, obesitas dengan BMI 35 hingga 39,9 dan memiliki masalah kesehatan seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan sleep apnea.

Operasi ini bukan untuk semua orang yang kelebihan berat badan. Sebab, operasi bariatrik harus berdasarkan saran atau rekomendasi dokter. Selain itu pasien juga harus memenuhi syarat terlebih dahulu.

Satia Putra (7) penyandang obesitas dengan berat badan mencapai 101 kg didampingi Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamaksyari (kedua kiri) dan kedua orang tuanya. Foto: ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

Risiko

Faktanya, operasi bariatrik memiliki risiko besar bagi kesehatan, baik dalam jangka panjang maupun pendek. Adapun risiko yang bisa ditimbulkan meliputi:

  • Pendarahan

  • Infeksi

  • Pembekuan darah

  • Masalah paru-paru atau pernapasan

  • Kebocoran sistem pencernaan

  • Kematian (Meski jarang)

Operasi bariatrik juga berisiko mengalami komplikasi jangka panjang, seperti:

  • Sumbatan usus

  • Sindrom dumping yang menyebabkan diare, kemerahan, pusing, mual, atau muntah

  • Batu empedu

  • Hernia

  • Gula darah rendah atau hipoglikemia

  • Malnutrisi

  • Bisul

  • Refluks asam

  • Kematian (meski jarang)

Manfaat operasi bariatrik

Setelah operasi penurunan berat badan berhasil, biasanya kamu diminta untuk tidak makan selama 1 sampai 2 hari agar perut dan sistem pencernaan pulih. Kemudian kamu perlu mengikuti diet tertentu selama beberapa minggu.

Di samping risiko yang bisa ditimbulkan, operasi bariatrik tentu memiliki manfaat, salah satu yang paling bisa dirasakan adalah penurunan berat badan. Jumlah berat badan yang turun tergantung pada jenis operasi yang dipilih.

Selain penurunan berat badan, operasi bariatrik juga bermanfaat memperbaiki atau mengatasi kondisi yang sering dikaitkan dengan obesitas, seperti:

  • Penyakit jantung

  • Tekanan darah tinggi

  • Diabetes tipe 2

  • Nyeri sendi

  • Penyakit refluks gastroesofageal (GERD)

Operasi ini bisa meningkatkan kemampuan kita untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup.