Kumparan Logo

Mengenal Penyakit Endometriosis: Gejala, Penyebab, hingga Cara Mengobati

kumparanSAINSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
ilustrasi organ reproduksi wanita Foto: shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi organ reproduksi wanita Foto: shutterstock

Dari beragam penyakit pada sistem reproduksi wanita, salah satunya adalah endometriosis. Kondisi ini menyebabkan jaringan lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rongga rahim.

Dijelaskan Mayo Clinic, endometriosis sendiri terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh di luar rahim. Endometriosis biasanya melibatkan ovarium, saluran tuba, dan jaringan yang melapisi panggul wanita. Jarang sekali jaringan mirip endometrium dapat ditemukan di luar area di mana organ panggul berada.

Ketika seseorang mengidap endometriosis, jaringan tersebut akan menebal, merusak dan berdarah, sama seperti siklus menstruasi. Namun, darah tersebut akan mengendap dan tidak bisa keluar karena berada di rahim sehingga bisa mengiritasi jaringan di sekitarnya.

Penyakit ini bisa menimbulkan rasa sakit bagi penderitanya, terutama selama periode menstruasi. Ini juga bisa memengaruhi kesuburan. Lantas, apa saja gejala dari endometriosis.

Gejala

Gejala utama endometriosis adalah nyeri panggul, terutama saat menstruasi datang. Kendati saat menstruasi wanita juga sering merasakan kram dan nyeri, namun ketika mereka mengidap endometriosis nyeri yang dihasilkan bakal jauh lebih sakit. Nyeri juga dapat meningkat seiring berjalannya waktu.

Tanda dan gejala paling umum endometriosis meliputi:

  • Nyeri panggul dan kram. Berlangsung berhari-hari hingga periode menstruasi. Kamu juga mungkin akan mengalami sakit perut bagian bawah

  • Sakit saat berhubungan seks

  • Nyeri saat buang air besar atau buang air kecil

  • Pendarahan yang berlebihan

  • Infertilitas

  • Tanda dan gejala lain seperti kelelahan, diare, sembelit, kembung atau mual terutama selama periode menstruasi.

Endometriosis terkadang disalahartikan sebagai kondisi lain yang menyebabkan nyeri panggul, seperti penyakit radang panggul (PID), kista ovarium, dan sindrom iritasi usus besar (IBS), suatu kondisi yang menyebabkan diare, sembelit, dan kram perut.

Ilustrasi sakit, nyeri atau kram perut. Foto: bluedog studio/Shutterstock

Penyebab

Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun ada dugaan endometriosis disebabkan oleh:

  • Menstruasi mundur. Pada menstruasi retrograde, darah menstruasi yang mengandung sel-sel endometrium mengalir kembali melalui saluran tuba dan masuk ke rongga panggul, bukan keluar dari tubuh. Sel-sel endometrium ini menempel pada dinding panggul dan permukaan organ panggul, tempat mereka tumbuh dan terus menebal dan berdarah selama setiap siklus menstruasi.

  • Transformasi sel peritoneum. Dalam teori induksi, para ahli mengatakan bahwa hormon atau faktor kekebalan mendorong transformasi sel-sel peritoneal menjadi sel-sel seperti endometrium.

  • Transformasi sel embrio. Hormon seperti estrogen dapat mengubah sel embrionik menjadi implan sel mirip endometrium selama masa pubertas.

  • Implantasi bekas luka bedah. Setelah operasi, seperti histerektomi atau C-section, sel-sel endometrium dapat menempel pada sayatan bedah.

  • Transformasi sel endometrium. Pembuluh darah atau sistem cairan jaringan (limfatik) dapat mengangkut sel-sel endometrium ke bagian lain dari tubuh.

  • Gangguan sistem kekebalan tubuh. Masalah dengan sistem kekebalan dapat membuat tubuh tidak dapat mengenali dan menghancurkan jaringan mirip endometrium yang tumbuh di luar rahim.

Faktor Risiko

Beberapa bisa memicu terjadinya endometriosis, seperti:

  • Tidak pernah hamil

  • Haid sejak dini

  • Menopause di usia lebih tua

  • Siklus menstruasi pendek

  • Periode menstruasi berat berlangsung lebih dari 7 hari

  • Punya kadar estrogen yang lebih tinggi dalam tubuh

  • Indeks massa tubuh rendah

  • Ada riwayat keluarga yang mengidap endometriosis (keturunan)

  • Gangguan pada saluran reproduksi

Endometriosis bisa menyebabkan komplikasi, termasuk gangguan kesuburan hingga kanker.

Kapan harus ke dokter?

Segera temui dokter jika kamu mengalami tanda-tanda atau gejala yang mengindikasikan endometriosis. Endometriosis bisa menjadi kondisi yang cukup sulit untuk ditangani. Dibutuhkan tim medis multidisiplin untuk mendapatkan penanganan yang baik. Pengobatan untuk endometriosis ini sudah tersedia dan biasanya ditangani oleh dokter spesialis.