kumparan
Tekno & Sains18 April 2018 17:21

Mengenal Penyakit Misterius di Kuba dan Suara Aneh yang Mengubah Otak

Konten Redaksi kumparan
Ilustrasi Havana, Cuba
Ilustrasi Havana, Cuba (Foto: Pixabay)
Sebuah penyakit misterius menyerang beberapa kedutaan besar di Havana, Kuba, sejak tahun 2016. Belum ada yang mengetahui penyakit apa ini dan apa penyebabnya. Para peneliti mengatakan, penyakit ini bukan disebabkan oleh 'serangan sonik' maupun karena serangan virus.
ADVERTISEMENT
Sampai sekarang, misteri soal penyakit ini belum bisa dipecahkan. Dari mereka yang diduga terkena dampak penyakit ini, menunjukkan ada suara-suara aneh yang mereka dengar.
Pada musim gugur tahun 2016, para pekerja di kedutaan sekitar Havana mengatakan kalau mereka mendengar suara yang sangat keras, suara-suara aneh seperti cuitan, dengungan, suara gesekan, dan ada rasa seperti hembusan angin di sekitar mereka. Gambaran soal gejalan penyakit ini digambarkan dalam artikel di The Washington Post.
Setelah itu, mereka yang diduga terkena dampak, mengalami gangguan pendengaran dan dengungan di telinga. Ada pula yang merasakan sakit kepala, gangguan keseimbangan, dan gangguan tidur.
Perubahan pada Otak
Sakit kepala
Sakit kepala (Foto: thinkstock)
Dilansir Associated Press pada tahun 2017, dokter menemukan ada perubahan pada otak para pekerja yang merasakan gejala tersebut, terutama pada bagian white matter. White matter terdiri dari sel otak yang berfungsi mengirimkan sinyal dan memungkinkan sel-sel ini untuk berkomunikasi satu sama lain.
ADVERTISEMENT
Dokter di University of Pennsylvania telah memeriksa 21 orang pekerja di kedutaan besar AS di Havana dan mereka menemukan berbagai gejala. Kasus ini dipublikasikan di jurnal JAMA Network pada 15 Februari 2018 dan mereka belum bisa mengetahui penyakit apa ini.
Gejala-gejala yang dialami oleh para penderitanya pun masih belum bisa didefinisikan dengan pasti.
Antisipasi Amerika Serikat dan Kanada
Kedutaan Besar AS di Havana
Kedutaan Besar AS di Havana. (Foto: U.S. Department of State)
Sejumlah negara kemudian bereaksi dengan penyakit misterius yang serba tidak pasti itu.
Akhirnya, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat meminta seluruh staf dari Kedubes AS dan keluarga untuk meninggalkan Kuba pada bulan September 2017. Peringatan juga diberikan pada warga Amerika Serikat agar mereka menunda perjalanan ke Kuba.
Setelah AS, Kanada adalah negara berikutnya yang menaruh perhatian pada penyakit ini dan menarik para diplomatnya dari Kuba.
ADVERTISEMENT
Pemerintah Kanada merilis pernyataan bahwa kedutaan mereka di Kuba sudah kosong dan tidak ada diplomat yang berkantor di Havana sejak hari Senin (16/4).
Berbeda dengan pemerintah AS yang mengeluarkan travel warning ke Kuba, pemerintah Kanada menganggap perjalanan ke Kuba masih aman untuk saat ini. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa ada risiko yang mengancam pelancong dari Kanada ke Kuba.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan