Mengenal Sindrom Tourette yang Viral di TikTok dan Diidap Billie Eilish
·waktu baca 3 menit

Baru-baru ini viral di media sosial TikTok yang memperlihatkan seorang wanita mengalami gerakan fisik berulang, menarik kepalanya ke kiri lalu diikuti dengan siulan.
Dalam video yang diunggah oleh pemilik akun @dexarahachika888 disematkan #tourettessyndrome. Tourette syndrome atau sindrom tourette adalah kondisi ketika seseorang mengalami gangguan tics berulang. Gangguan ini menyebabkan pengidapnya sering melakukan suara dan gerakan berulang secara tiba-tiba tanpa disengaja.
Sindrom tourette ini juga diidap oleh penyanyi asal Amerika Serikat, Billie Eilish. Dalam sebuah wawancara di acara My Next Guest milik David Letterman di Netflix, Eilish mengaku bahwa dirinya memang mengidap sindrom tourette dan sering melakukan gerakan tic berulang. Eilish bilang, hidup dengan sindrom tourette bisa sangat melelahkan.
“Jika Anda merekam saya cukup lama, Anda akan melihat banyak tics,” kata Eilish sebagaimana dikutip BBC.
Sindrom tourette
Dijelaskan CDC, sindrom tourette adalah salah satu gangguan kesehatan yang memengaruhi sistem saraf. Gejala utamanya adalah gerakan tics berulang. Tics serupa dengan kedutan, gerakan, suara yang tiba-tiba muncul tanpa disengaja. Orang dengan sindrom tourette tidak bisa menghentikan tubuhnya saat tics muncul.
Sampai saat ini belum diketahui penyebab sindrom tourette. Namun ada beberapa hal yang bisa jadi pemicunya, seperti adanya kelainan zat kimia pada otak, kelainan genetik, faktor lingkungan hingga jenis kelamin. Selain itu, anak laki-laki lebih rentan mengalami sindrom ini ketimbang perempuan.
Ada beberapa jenis tics yang diketahui saat ini, seperti:
Motoric Tics Tics jenis ini memengaruhi gerakan tubuh, seperti berkedip, mengangkat bahu, atau menyentakkan lengan.
Vocal Tics Ini menyebabkan penderita sindrom tourette membuat suara tertentu, seperti bersenandung atau berteriak.
Simple Tics Simple Tics ini menyebabkan gerakan sederhana yang melibatkan beberapa bagian tubuh. Seperti menyipitkan mata atau mengendus.
Complex Tics Gerakan ini biasanya melibatkan beberapa bagian tubuh secara bersamaan, seperti mengayunkan kepala yang dilanjut dengan menyentakkan lengan atau melompat.
Gejala biasanya dimulai saat anak-anak, berusia sekitar 5 hingga 10 tahun. Gejala yang sering adalah motoric tics yang terjadi di area kepala dan leher. Tics akan memburuk pada saat pengidapnya mengalami stress atau perasaan berlebihan. Dan gejala cenderung membaik ketika seseorang tentang atau fokus mengerjakan suatu aktivitas.
Gejala tics bisa berubah dari waktu ke waktu, dan gejala timbul tenggelam. Dalam kebanyakan kasus, tics berkurang selama masa remaja dan awal masa dewasa, bahkan hilang sepenuhnya. Namun, banyak orang dengan sindrom tourette mengalami tics hingga dewasa bahkan gejalanya semakin buruk.
Sebagian besar anak yang didiagnosis dengan sindrom tourette sering kali diiringi dengan gangguan lain, seperti gangguan mental, perilaku atau gangguan defisit perhatian/hiperaktivitas (ADHD), kecemasan, atau gangguan obsesif-kompulsif (OCD).
Saat ini tidak ada obat untuk sindrom tourette. Namun, jika gejala tics dirasa parah dan mengganggu aktivitas sehari-sehari, segeralah berkonsultasi ke dokter. Perawatan medis bisa dilakukan untuk membantu mengurangi gejala.
