Mengungkap Praktik Super Sadis di Balik Perusahaan Penerima Donasi Organ Tubuh

Biro Investigasi Federal (Federal Bureau of Investigation/FBI) berhasil mengungkap sebuah praktik super sadis di negara bagian Arizona, Amerika Serikat. Pada sebuah aksi penggrebekan, FBI menemukan kulkas penuh dengan penis manusia, potongan tubuh, kolam darah, hingga kepala manusia yang dijahit ke tubuh lain.
Kondisi horror ini ditemukan FBI pada sebuah perusahaan bernama Biological Resource Center. Perusahaan tersebut sebenarnya merupakan penerima donor organ tubuh manusia yang bertanggung jawab untuk menyalurkan organ-organ tersebut ke pasien yang membutuhkan.
Selama penelusuran, tim FBI berhasil menemukan 10 ton jenazah manusia beku, termasuk 281 kepala, 241 bahu, 337 kaki, dan 97 tulang belakang.
Mark Cwynar, mantan agen FBI menyebut bahwa ia dan timnya saat itu melihat begitu banyak hal sadis yang menyeramkan. Ia bahkan mengungkapkan adanya indikasi sisa-sisa tubuh manusia yang dijadikan lelucon oleh orang-orang di perusahaan tersebut.
Salah satu temuan paling sadis yang Cwynar lihat adalah kepala seorang gadis kecil yang dijahit ke tubuh laki-laki bertubuh besar dan kemudian digantung di dinding.
“Saya tidak bisa tidur di malam hari setelah melihat itu,” ungkap Matthew Parker, mantan agen FBI yang turut menggerebek gudang BRC, kepada Reuters.
Kasus itu membuat Parker memutuskan untuk pensiun dari FBI. Menurut penuturannya ia mengalami gangguan stres pasca-trauma (post-traumatic stress disorder/PTSD) setelah kasus tersebut.
“Itu tampak seperti toko rongsokan di mana mereka merobek-robek segala sesuatu tanpa tujuan,” ujar Parker.
Seorang pegawai magang di laboratorium milik BRC, Emily Glynn, turut mengutarakan pengalaman horror yang ia alami. Dilansir Reuters, Glynn mengungkapkan bahwa ia pernah beberapa kali memotong tubuh manusia tanpa menerima pelatihan atau instruksi apa pun.
Setelah diselidiki, BRC ternyata telah menerima sumbangan dari sekitar 5.000 orang. Perusahaan juga mengeklaim telah menyumbangkan lebih dari 20 ribu bagian tubuh manusia ke sejumlah fasilitas kesehatan dan penelitian yang tidak jelas keabsahannya.
elain itu, BRC juga dinyatakan terlibat dalam kasus penjualan anggota tubuh manusia secara ilegal. Media lokal The Arizona Republic berhasil menemukan “daftar harga” potongan organ tubuh manusia yang BRC jual.
Seluruh tubuh tanpa bahu atau kepala: 2.900 dolar AS (sekitar Rp 41 juta)
Torso dengan kepala (tanpa lengan dan kaki): 2.400 dolar AS (sekitar Rp 34 juta)
Tulang belakang utuh: 950 dolar AS (sekitar Rp 13,4 juta)
Seluruh kaki (paha sampai telapak): 1.100 dolar AS (sekitar Rp 15,5 juta)
Bagian punggung dan telapak kaki: 450 dolar AS (sekitar Rp 6,3 juta)
Lutut: 375 dolar AS (sekitar Rp 5,3 juta)
Panggul: 400 dolar AS (sekitar Rp 5,7 juta)
Pada 2015, mantan pemilik BCR, Stephen Gore, telah mengaku bersalah atas satu tuduhan mengenai kontrol ilegal perusahaan BCR. Gore telah divonis hukuman percobaan empat tahun.
Setidaknya ada 33 penggugat yang telah menuntut bisnis yang dikelola Gore. Para penggugat itu menyatakan bahwa jasad anggota keluarga mereka BRC dapatkan melalui pernyataan palsu. Dan bahwa jasad-jasad itu tidak disimpan dan diperlakukan secara layak.
(EDR)
