kumparan
search-gray
Tekno & Sains22 Februari 2020 9:28

Menristek: Indonesia Bakal Punya Bandara Antariksa

Konten Redaksi kumparan
Peresmian Laboratorium Anechoic Chamber.
Bambang Brodjonegoro, Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala BRIN, dalam acara peresmian Laboratorium Anechoic Chamber. Foto: Habib Allbi Ferdian
Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan Indonesia bakal punya bandara antariksa sendiri yang rencananya akan dibangun di Pulau Biak Utara, Papua.
ADVERTISEMENT
Ada dua bandara yang akan dibangun, pertama bandara antariksa skala kecil dan bandara antariksa skala Internasional. Nantinya, bandara antariksa skala kecil digunakan untuk uji coba roket-roket kecil, sedangkan skala Internasional untuk uji coba roket yang lebih besar.
"Kami sekarang sedang memprioritaskan LAPAN untuk bisa merealisasikan bandara antariksa internasional. Yang rencananya saat ini ada di Pulau Biak," ujar Bambang dalam acara peresmian laboratorium Anechoic Chamber di Pusat Teknologi Satelit LAPAN, Bogor, Jumat (21/2).
Saat ini kementerian bersama LAPAN sedang fokus dalam pembangunan bandara antariksa skala kecil terlebih dahulu. Sementara untuk skala Internasional mereka sedang berusaha mencari investor yang mau bekerja sama dalam pembangunan ini.
Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro
Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro. Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
"Kita harapkan LAPAN nantinya dengan dukungan kami yang ada di kementerian bisa menggandeng investor internasional dalam bentuk konsorsium, sehingga bandaranya nanti tidak hanya bandara Indonesia, tapi bandara Internasional," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Bambang menyebut, sekarang sudah ada beberapa investor luar negeri yang berminat untuk ikut dalam pembangunan bandara antariksa di Biak. Salah satunya adalah India.
"Tentunya sekarang ini kita sedang melakukan kontak dengan beberapa investor potensial. Dalam anggarannya, kita tidak akan menggunakan dana APBN yang tidak terlalu banyak. Bahkan kita akan mendorong banyak investor yang berminat, jadi tidak bergantung pada APBN," papar Bambang.
LIPUTAN KHUSUS, 50 Tahun Jejak Manusia di Bulan, LAPAN
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan.
Menurutnya, dari aspek bisnis, produksi satelit di dunia saat ini semakin meningkat, sedangkan penyediaan bandara antariksa untuk mendapatkan roket satelit semakin terbatas.
Oleh karena itu, rencana pembangunan bandara antariksa di Biak membuka peluang bagi Indonesia untuk menyediakan lokasi peluncuran roket satelit luar negeri.
"Inilah yang mau kita dorong supaya LAPAN bisa mengundang investor mengembangkan bandara antariksa. Sehingga suatu saat di masa depan, kita bisa melihat satelit komunikasi Indonesia yang dibuat LAPAN diluncurkan dari bandara antariksa internasional yang ada di Indonesia, dan dibawa oleh roket yang juga dibuat oleh LAPAN," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white